🔴 Breaking
Meningkatnya Minat Wisata Teknologi di China dengan Biaya Mencapai Rp 264 Juta Tingkat Bunuh Diri di Kalangan Remaja di Indonesia Meningkat, Apa Penyebabnya? Pelantikan Sardjito, OJK Percepat Pembentukan Bursa Mineral untuk Menjadi Penentu Harga Komoditas Indonesia Kegagalan Rencana Kebangkitan Twitter, Nama Diambil X Namun Logo Dilepas Kondisi Siswi Karo yang Mengalami Gangguan Ingatan Pasca Keracunan MBG Mahasiswa Farmasi Unwahas Lakukan Penelitian Rekombinan Albumin Serum Manusia di BRIN Strategi BI untuk Melindungi Rupiah dari Fluktuasi Dolar AS Peta Dunia yang Kita Kenal Ternyata Memiliki Ketidakakuratan Kondisi Terbaru Korban Keracunan MBG di Karo, KPPG Medan Berikan Penjelasan Panduan Pendaftaran TKA SMA/SMK 2026: Jadwal dan Proses Lengkap Meningkatnya Minat Wisata Teknologi di China dengan Biaya Mencapai Rp 264 Juta Tingkat Bunuh Diri di Kalangan Remaja di Indonesia Meningkat, Apa Penyebabnya? Pelantikan Sardjito, OJK Percepat Pembentukan Bursa Mineral untuk Menjadi Penentu Harga Komoditas Indonesia Kegagalan Rencana Kebangkitan Twitter, Nama Diambil X Namun Logo Dilepas Kondisi Siswi Karo yang Mengalami Gangguan Ingatan Pasca Keracunan MBG Mahasiswa Farmasi Unwahas Lakukan Penelitian Rekombinan Albumin Serum Manusia di BRIN Strategi BI untuk Melindungi Rupiah dari Fluktuasi Dolar AS Peta Dunia yang Kita Kenal Ternyata Memiliki Ketidakakuratan Kondisi Terbaru Korban Keracunan MBG di Karo, KPPG Medan Berikan Penjelasan Panduan Pendaftaran TKA SMA/SMK 2026: Jadwal dan Proses Lengkap
Kesehatan

Tingkat Bunuh Diri di Kalangan Remaja di Indonesia Meningkat, Apa Penyebabnya?

Kasus bunuh diri di kalangan remaja di Indonesia semakin meningkat, dengan banyak anak muda yang menunjukkan perilaku menyakiti diri sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang...

Arjuna Mahendra

Penulis

09 September 2026
4 kali dibaca
Foto: Ilustrasi bunuh diri (Getty Images/MarioGuti)
Foto: Ilustrasi bunuh diri (Getty Images/MarioGuti)

Jakarta - Depresi dan keinginan untuk bunuh diri merupakan masalah serius yang tidak boleh dianggap remeh. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jika seseorang mengalami gejala depresi yang semakin parah, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan profesional, seperti psikolog atau psikiater, atau mengunjungi klinik kesehatan jiwa. Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan jiwa melalui situs resminya di www.pdskji.org, termasuk pemeriksaan mandiri untuk mengevaluasi kondisi kesehatan jiwa seseorang.

Kasus bunuh diri di Indonesia menjadi sorotan, terutama dengan meningkatnya perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) di kalangan anak-anak yang lebih muda. Data dari layanan konsultasi kesehatan jiwa menunjukkan bahwa anak-anak usia sekolah dasar mulai mencari bantuan. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa data kasus bunuh diri yang diperoleh dari kepolisian masih perlu diverifikasi karena terdapat perbedaan angka dalam rekapitulasi.

"Jadi data kasus bunuh diri ini kan kita ngambil dari polisi. Jadi kemarin kami coba rekap ternyata masih ada selisih. Jadi saya harus klarifikasi lagi ke kepolisian apakah angka ini benar," ungkap Imran pada Rabu (9/8/2026). Meskipun demikian, ia mencatat bahwa banyak kasus bunuh diri terjadi pada kelompok usia muda, sementara secara global, prevalensi bunuh diri lebih tinggi pada kelompok lansia.

Faktor Penyebab Kesepian

Imran menyebutkan bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap masalah kesehatan mental, salah satunya adalah kesepian. "Loneliness itu juga kills. Dan ini sekarang jadi kalau saya bilang wabah, karena banyak sekali orang-orang yang merasa sendirian, terasing," tuturnya.

Psikolog klinis Annelia Sari Sani menambahkan bahwa layanan kesehatan mental gratis Healing 119.id kini mulai diakses oleh anak-anak yang sangat muda. "Yang mengakses Healing 119 itu mulai dari umur 8-10 tahun," katanya. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah rasa kesepian, yang puncaknya terjadi pada anak-anak berusia 12-14 tahun.

"Terutama masalahnya kesepian. Biasanya saat ditanya kamu ada sama siapa? Nggak ada. Dia sendirian," ujarnya. Tingginya permintaan akan layanan tersebut membuat tenaga psikolog harus melakukan triase, dengan setiap pasien dibatasi waktu konsultasi agar lebih banyak orang yang membutuhkan bantuan dapat dilayani. Dalam satu shift selama tiga jam, sekitar 500-600 orang mengakses layanan, sementara jumlah psikolog yang bertugas hanya sekitar lima orang.

Perbedaan Antara Gender dalam Mencari Pertolongan

Imran menjelaskan bahwa ada perbedaan antara kelompok yang mencari bantuan dan mereka yang meninggal akibat bunuh diri. Pengguna layanan Healing 119.id lebih banyak berasal dari perempuan, sekitar 70 persen. Namun, kasus bunuh diri lebih banyak terjadi pada laki-laki. "Laki-laki tidak bercerita. Langsung bertindak," katanya. Hal ini sejalan dengan kecenderungan global di mana laki-laki memiliki risiko kematian akibat bunuh diri yang lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Peneliti dari Universitas Kanazawa Jepang, Sandersan Onie, juga menyoroti tren self-harm yang semakin meningkat di kalangan anak muda, khususnya pada perempuan. "Tren yang kita sedang lihat sebenarnya di banyak sekali negara di seluruh dunia adalah yang lakukan self-harm semakin lama semakin muda. Dan terutama kepada kaum perempuan, young girls," ujarnya.

Imran menjelaskan bahwa dukungan keluarga atau sistem pendukung menjadi salah satu masalah utama yang memicu percobaan bunuh diri. Selain itu, masalah dalam pertemanan, termasuk bullying, juga berkontribusi. "Pertama adalah dukungan keluarga, jadi masalah support system-nya. Kemudian dari pertemanan, bullying itu juga ada. Kemudian masalah ekonomi," jelasnya.

Menariknya, masalah ekonomi bukanlah faktor utama yang paling sering ditemukan. "Kalau kita pikirkan penyebab mereka mau bunuh diri itu karena ekonomi ternyata enggak. Justru malah yang keluarga. Jadi ekonomi itu alasan nomor tiga masalahnya, atau nomor dua. Jadi bukan nomor satu," sambungnya. Menurut Imran, peran keluarga sangat penting dalam pencegahan bunuh diri, terutama di Indonesia yang memiliki karakter masyarakat komunal.

Oni juga menekankan pentingnya keluarga sebagai sistem pendukung bagi anak dan remaja yang mengalami masalah kesehatan jiwa. "Kalau kita benar-benar mau mencegah bunuh diri secara serius, kita tidak bisa melupakan faktor keluarga. Terutama di negara yang komunal seperti Indonesia," katanya.

Artikel Terkait