🔴 Breaking
Kesehatan

Manfaat Minum Teh untuk Mengurangi Risiko Stroke

Teh, minuman yang populer di kalangan masyarakat, terbukti memiliki khasiat dalam menurunkan risiko stroke. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh secara teratur dapat mendukung kesehatan jantung.

Bima Sakti

Penulis

20 July 2026
26 kali dibaca
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media

Teh adalah minuman yang banyak digemari oleh berbagai kalangan. Selain rasanya yang menyegarkan dan menenangkan, teh juga memiliki banyak manfaat kesehatan, khususnya dalam mengurangi risiko stroke. Teh mengandung berbagai senyawa tumbuhan seperti katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa-senyawa ini berfungsi untuk melindungi pembuluh darah dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Bagaimana Teh Dapat Mengurangi Risiko Stroke?

Menurut informasi yang diperoleh, manfaat teh dapat dirasakan dengan mengonsumsi antara 500 hingga 1.000 ml setiap hari, yang setara dengan 2 hingga 4 cangkir. Jumlah tersebut dapat mendukung kesehatan sistem kardiovaskular dan menurunkan risiko kematian akibat gangguan jantung serta pembuluh darah. Salah satu penyebab utama gangguan kardiovaskular adalah stres oksidatif. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama, dapat mengganggu fungsi endotelium, lapisan dalam pembuluh darah, dan menyebabkan penumpukan kolesterol serta pengerasan arteri.

Senyawa polifenol yang terdapat dalam teh berperan penting dalam menjaga fleksibilitas arteri, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi peradangan kronis, yang semuanya mendukung kesehatan jantung. Namun, penting untuk dicatat bahwa teh tidak dapat digunakan sebagai pengobatan untuk penyakit jantung. Para ahli menekankan bahwa teh dapat memberikan perlindungan bagi sistem kardiovaskular jika dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Hasil Penelitian Terkait Teh dan Stroke

Sebuah meta-analisis yang melibatkan 14 studi dengan lebih dari 510 ribu peserta menunjukkan bahwa konsumsi teh berkaitan dengan penurunan risiko stroke. Rata-rata, minum sekitar tiga cangkir teh setiap hari dapat mengurangi risiko stroke hingga 13 persen, terutama untuk stroke iskemik, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Sebagian besar penelitian mengindikasikan bahwa mengonsumsi 2 hingga 4 cangkir teh tanpa pemanis setiap hari memberikan manfaat kesehatan yang optimal tanpa meningkatkan risiko.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan, bukan bukti langsung bahwa teh secara spesifik mengurangi risiko penyakit jantung. Mereka menyarankan perlunya lebih banyak penelitian klinis untuk menentukan jumlah dan jenis teh yang paling efektif dalam melindungi kesehatan kardiovaskular, apakah itu teh hijau, teh hitam, atau teh oolong.

Artikel Terkait