🔴 Breaking
Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja Pertamina Kembangkan Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Ramah Lingkungan Vietnam Siap Menggeser Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Aktivis 98 Desak Prabowo-Gibran Laksanakan Agenda Reformasi atau Mundur Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja Pertamina Kembangkan Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Ramah Lingkungan Vietnam Siap Menggeser Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Aktivis 98 Desak Prabowo-Gibran Laksanakan Agenda Reformasi atau Mundur
Ekonomi

Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi

Penghilangan lantai 13 dalam gedung tinggi bukan hanya berkaitan dengan kepercayaan mistis, melainkan juga merupakan strategi bisnis yang diterapkan oleh pengembang properti. Artikel ini membahas lata...

Raihan Fadhila

Penulis

01 November 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi Foto Lift (iStockphoto)​
Ilustrasi Foto Lift (iStockphoto)​

Di era arsitektur modern dan teknologi konstruksi yang semakin maju, angka 13 masih sering diabaikan dalam desain gedung pencakar langit. Penghilangan lantai ini bukanlah kebetulan, melainkan merupakan langkah strategis yang diambil oleh banyak pengembang di seluruh dunia untuk menghindari takhayul yang telah ada sejak lama.

Secara umum, angka 13 dianggap membawa sial, yang sering kali dikaitkan dengan berbagai narasi sejarah dan keagamaan. Namun, jika diteliti lebih dalam dari perspektif budaya, asal-usul kepercayaan ini menyimpan cerita yang cukup menarik. Praktik penghilangan lantai 13 ternyata lebih umum di abad ke-21 dibandingkan yang diperkirakan. Banyak gedung modern, mulai dari apartemen hingga hotel, memilih untuk tidak mencantumkan angka 13 sama sekali.

Strategi Bisnis dalam Properti

Beberapa pengelola gedung bahkan mengganti nama lantai 13 menjadi lantai 12A atau menjadikannya area infrastruktur, bukan unit hunian atau kantor. Ada juga bangunan yang langsung melompat dari lantai 12 ke lantai 14, seperti sebuah hotel tinggi di Cardiff. Dalam dunia properti, rumah dengan nomor 13 biasanya dijual dengan harga lebih rendah. Di Inggris, beberapa dewan kota pernah melarang penggunaan nomor 13 oleh pengembang baru karena rendahnya minat calon pembeli. Sebuah survei di Britania Raya menunjukkan bahwa 14% penduduk percaya bahwa angka 13 membawa sial, sementara 9% lainnya merasa ragu.

Sarah Thomas, seorang pekerja di Network Rail Cardiff, mengungkapkan rasa penasarannya saat melihat angka 13 yang hilang dari gedung di area Brain's. Ia awalnya menduga bahwa hal itu berkaitan dengan takhayul, dan setelah melakukan pencarian, ia menyadari bahwa praktik ini cukup luas. Banyak temannya juga pernah mengalami situasi serupa di gedung atau lift yang tidak memiliki tombol untuk lantai 13. Sarah mengaku meski tidak mempercayai takhayul, ia tetap tertarik untuk mempelajari sejarah di balik kepercayaan tersebut.

Asal Usul Kepercayaan dan Dampaknya

Fenomena ini juga terlihat pada landmark terkenal di Inggris, seperti One Canada Square di Canary Wharf, yang dibangun tanpa lantai 13 pada tahun 1990. Pandangan umum mengaitkan kesialan angka 13 dengan berbagai kisah sejarah, salah satunya yang berasal dari ajaran Kristen terkait Perjamuan Terakhir, di mana Yesus Kristus dikhianati oleh Yudas Iskariot yang merupakan tamu ke-13. Dalam mitologi Nordik, Loki juga dikenal sebagai tamu ke-13 yang menyebabkan kekacauan di antara para dewa.

Ketakutan terhadap angka 13, yang dikenal sebagai triskaidekaphobia, sering kali meningkat ketika angka tersebut jatuh pada hari Jumat. Meskipun masyarakat modern tampak lebih terbuka, kepercayaan ini masih bertahan. Dr. Juliette Wood, seorang pakar mitologi dari Cardiff University, menjelaskan bahwa mitos ini bukanlah tradisi kuno, melainkan lebih merupakan konstruksi media yang berkembang pada awal abad ke-20 dan diperkuat oleh budaya populer.

Katie Griffin, seorang pelaku usaha properti, mengonfirmasi bahwa penghindaran angka 13 masih sering terjadi dalam proyek perumahan. Meskipun tidak ada pembeli yang secara terbuka mengaku menghindari rumah nomor 13 karena takhayul, ada kecenderungan sensitif terhadap angka tersebut. Survei di sekitar menara Cardiff menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tidak terlalu mempermasalahkan takhayul ini.

Odessa Barthorpe, seorang warga Cardiff, berpendapat bahwa takhayul berasal dari budaya dan pola asuh. Ia pribadi tidak keberatan tinggal di lantai 13, sementara Carmen Abad dari Rhoose yang tumbuh di Asia Tenggara juga tidak mempercayai takhayul tersebut. "Jika harga sewa apartemennya lebih murah, tentu akan saya ambil," ujarnya.

Artikel Terkait