🔴 Breaking
Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja Pertamina Kembangkan Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Ramah Lingkungan Vietnam Siap Menggeser Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Aktivis 98 Desak Prabowo-Gibran Laksanakan Agenda Reformasi atau Mundur Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja Pertamina Kembangkan Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Ramah Lingkungan Vietnam Siap Menggeser Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Aktivis 98 Desak Prabowo-Gibran Laksanakan Agenda Reformasi atau Mundur
Nasional

Aktivis 98 Desak Prabowo-Gibran Laksanakan Agenda Reformasi atau Mundur

Kelompok aktivis 1998 mengeluarkan maklumat yang mendesak pemerintah untuk menjalankan agenda reformasi dan mengevaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran setelah dua tahun. Jika tuntutan tidak dipenuhi, me...

Fehardian Rahaja

Penulis

01 November 2026
9 kali dibaca
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam kelompok 1998, seperti IKA 98, GERAK 98, dan 98 Garis Lucu, mengeluarkan Maklumat Matraman di Jakarta pada hari Jumat, 30 Oktober 2026. Mereka menuntut agar pemerintah melaksanakan agenda reformasi dan melakukan evaluasi terhadap dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mereka mengancam akan mendesak percepatan pemilu atau meminta kedua pemimpin tersebut untuk mundur dari jabatannya.

Evaluasi Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Acara yang diadakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini berlangsung di Restoran Handayani Prima, Jakarta. Forum tersebut menjadi tempat bagi para aktivis untuk mengevaluasi perjalanan reformasi dan arah pemerintahan selama dua tahun terakhir. Di antara para pembicara yang hadir terdapat Mixilmina Munir, Edysa Girsang, Bambang Sri Pujo, Aceng Ahmad Nasir, Dendy SE dari GMNI Jakarta, dan M. Rizky Pratama, Ketua BEM KM Institut STIAMI. Diskusi ini dimoderatori oleh Ignatius Indro dari 98 Garis Lucu.

Perjuangan Rakyat dan Harapan untuk Perubahan

Mixilmina Munir, salah satu aktivis dari Gerak 98, mengingatkan bahwa perjuangan untuk memperbaiki bangsa tidak seharusnya diserahkan kepada elite politik. Ia menegaskan bahwa perubahan harus menjadi tanggung jawab masyarakat secara keseluruhan. "Jangan sampai perjuangan untuk memperbaiki bangsa ini justru kita serahkan kepada elite politik. Perubahan Indonesia harus tetap menjadi perjuangan rakyat, bukan hanya menjadi urusan mereka yang sedang memegang kekuasaan," ujarnya.

Bambang Sri Pujo juga memberikan kritik tajam terhadap kondisi pemerintahan saat ini, mengungkapkan bahwa masyarakat tidak lagi bisa mengandalkan pemerintah untuk memperbaiki keadaan bangsa. "Masyarakat sekarang sudah tidak bisa berharap kepada pemerintah untuk memperbaiki bangsa ini. Karena itu, rakyat harus mulai membangun kekuatannya sendiri dan tidak boleh terus-menerus menunggu perubahan datang dari atas," katanya.

Aceng Ahmad Nasir berharap agar gerakan mahasiswa yang muncul saat ini menjadi awal kebangkitan kekuatan perubahan di Indonesia. Ia mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak hanya berhenti pada aksi demonstrasi, tetapi juga berkembang menjadi gerakan yang terorganisir dengan agenda perjuangan yang jelas. "Saya berharap gerakan mahasiswa yang dilakukan saat ini terus berkembang. Jangan berhenti hanya pada demonstrasi atau aksi-aksi sesaat, tetapi harus tumbuh menjadi kekuatan revolusioner yang mampu mendorong perubahan bangsa," ujarnya.

Menurut Aceng, mahasiswa harus kembali berperan sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berani mengoreksi jalannya kekuasaan.

Artikel Terkait