Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, kembali menyatakan bahwa menabung untuk masa depan yang jauh adalah upaya yang sia-sia di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Pandangan tersebut ia ungkapkan di platform media sosial X pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebagai respons terhadap seorang pengguna yang membahas tentang kebiasaan belanjanya.
Pengguna dengan akun @battleangelviv bercanda bahwa ia selalu memiliki alasan untuk membenarkan kebiasaan belanjanya yang boros, mengingat bahwa dunia menuju masa depan yang kaya berkat AI. Musk menanggapi dengan menyatakan, "Menabung uang untuk masa depan yang jauh itu sia-sia karena kecerdasan super akan membuat segalanya serba berlimpah." Pernyataan ini datang dari salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan yang mendekati 1 triliun dolar AS, setara dengan sekitar Rp 18.000 triliun.
Visi Masa Depan Tanpa Uang
Ini bukan kali pertama Musk meramalkan masa depan di mana uang tidak lagi diperlukan. Dalam sebuah podcast yang diadakan pada Januari 2026 bersama Peter Diamandis, seorang pengusaha dan ketua eksekutif XPrize Foundation, Musk menggambarkan sebuah skenario di mana pekerjaan menjadi pilihan dan mata uang tidak lagi ada. Ia menjelaskan bahwa AI dan robot akan memproduksi barang dan menyediakan layanan dalam jumlah yang sangat besar, sehingga manusia tidak lagi memiliki cukup pekerjaan untuk dilakukan.
Musk berpendapat bahwa produksi barang dan jasa oleh robot akan jauh melampaui jumlah uang yang beredar, sehingga harga barang di pasar dapat turun mendekati nol. Ia juga menekankan bahwa robot dapat beroperasi tanpa henti dengan biaya yang sangat rendah, sehingga kebutuhan akan uang pun akan berkurang. "Saya pikir uang akan berhenti relevan pada suatu titik di masa depan," ujarnya.
Usulan Pendapatan Tinggi Universal
Diamandis menanggapi dengan humor, menanyakan apakah uang akan mulai kehilangan nilainya tepat saat Musk hampir menjadi multi-triliuner. Musk menjawab, "Ya, kurang lebih begitu." Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyarankan agar pendengarnya tidak khawatir untuk menyisihkan uang untuk pensiun. "Jangan khawatir menyisihkan uang untuk pensiun dalam 10 atau 20 tahun. Itu tidak akan berarti," tambahnya.
Untuk memastikan masyarakat dapat menikmati kelimpahan yang dihasilkan oleh AI, Musk mengusulkan sistem yang disebut "pendapatan tinggi universal." Menurutnya, memberikan bantuan tunai langsung kepada warga dapat membantu mereka menghadapi potensi pengangguran massal akibat AI dan robot. "Pendapatan tinggi universal lewat bantuan tunai dari pemerintah adalah cara terbaik menghadapi pengangguran yang disebabkan AI," tulisnya. Ia meyakini bahwa pendekatan ini tidak akan menyebabkan inflasi, karena produksi barang dan jasa oleh AI akan jauh melebihi pertambahan jumlah uang yang beredar.
Namun, Musk juga mengakui bahwa penerapan pendapatan tinggi universal bisa menimbulkan keresahan sosial dan krisis makna hidup. Dalam sebuah wawancara pada Juli 2026, ia bahkan memperkirakan bahwa uang mungkin sudah tidak lagi penting pada tahun 2036.
Di sisi lain, tujuh pakar keuangan pribadi dan AI tetap menyarankan agar masyarakat tetap menabung untuk masa pensiun. Mereka berpendapat bahwa prediksi tentang kelimpahan yang dihasilkan oleh AI bisa saja tidak akurat, seperti yang dilaporkan oleh Business Insider. Bill Gates, pendiri Microsoft, juga memperkirakan bahwa AI akan menciptakan kelimpahan, tetapi ia memperingatkan bahwa masa transisi tidak akan berjalan mulus. Ia menegaskan bahwa dua dekade mendatang bisa menjadi periode yang penuh gejolak, setara dengan masa-masa sulit dalam sejarah umat manusia.