🔴 Breaking
Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja Pertamina Kembangkan Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Ramah Lingkungan Vietnam Siap Menggeser Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Aktivis 98 Desak Prabowo-Gibran Laksanakan Agenda Reformasi atau Mundur Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja Pertamina Kembangkan Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Ramah Lingkungan Vietnam Siap Menggeser Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Aktivis 98 Desak Prabowo-Gibran Laksanakan Agenda Reformasi atau Mundur
Kesehatan

Pentingnya Mengatur Konsumsi Stevia Meski Tanpa Kalori

Stevia sering dipilih sebagai pengganti gula karena kalori yang sangat rendah, tetapi penggunaannya tetap harus dibatasi. Dokter gizi memberikan saran terkait takaran yang tepat untuk konsumsi stevia.

Fayra Nugroho

Penulis

01 November 2026
9 kali dibaca
Foto: Getty Images/nicoletaionescu
Foto: Getty Images/nicoletaionescu

Stevia menjadi alternatif populer untuk pengganti gula karena memiliki kalori yang sangat rendah, bahkan mendekati nol. Namun, meskipun demikian, penggunaannya tetap harus diatur dan tidak boleh berlebihan.

Takaran Konsumsi Stevia yang Disarankan

Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa stevia dalam bentuk tetes memiliki batasan konsumsi yang perlu diperhatikan. Ia menyebutkan bahwa jumlah maksimal yang dianjurkan adalah 20 tetes per hari, meskipun dalam penggunaan sehari-hari, tiga tetes sudah dianggap cukup. "Sekali minum cuma satu tetes itu sebenarnya udah oke. Jadi enggak boleh berlebihan juga," ungkap dr. Yaze dalam tayangan detikSore pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Risiko Konsumsi Berlebihan dan Manfaat Stevia

Menurut dr. Yaze, mengonsumsi stevia secara berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti perut mulas dan kembung. Oleh karena itu, meskipun stevia bisa menjadi pilihan pemanis, penting untuk menyesuaikan konsumsinya dengan takaran yang tepat dan kebutuhan individu.

Lebih lanjut, dr. Yaze menjelaskan bahwa stevia berbeda dari gula biasa. Stevia mengandung glikosida steviol yang memberikan rasa manis namun tidak dicerna oleh enzim pencernaan. Dengan jumlah yang sangat sedikit, kalori dari stevia tidak mudah diserap oleh tubuh, sehingga sering disebut sebagai nol kalori.

Stevia juga dapat menjadi pilihan yang baik bagi penderita diabetes atau mereka yang menjalani program pengelolaan berat badan. Namun, manfaat ini tergantung pada komposisi produk yang digunakan. "Sebenarnya kalau kayak punya penyakit diabetes atau memang dia pengen weight management ya, itu sebenarnya bagus. Karena memang kan tadi 0 kalori, kalau memang bener-bener stevia isinya. Bener-bener 0 kalori, glukosa juga tidak langsung spike," jelas dr. Yaze.

Artikel Terkait