🔴 Breaking
Ekonomi

Penurunan Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 17 Mei 2026

Harga emas Pegadaian pada 17 Mei 2026 untuk berbagai jenis mengalami penurunan. Daftar harga terbaru mencakup emas Antam, UBS, dan Galeri24.

Bima Sakti

Penulis

17 May 2026
10 kali dibaca
Penurunan Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 17 Mei 2026
Simak rincian harga emas Pegadaian hari ini 17 Mei 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri24. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hari ini, 17 Mei 2026, harga emas di Pegadaian mengalami penurunan untuk jenis Antam, UBS, dan Galeri24. Emas Antam kini dipatok pada harga Rp 2.793.000 per gram, sementara emas UBS dan Galeri24 masing-masing dijual seharga Rp 2.866.000 dan Rp 2.764.000 per gram.

Pada hari sebelumnya, 16 Mei 2026, harga emas UBS tercatat Rp 2.807.000, emas Antam Rp 2.918.000, dan Galeri24 Rp 2.794.000 per gram. Untuk Galeri24, tersedia dalam kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, sedangkan UBS dijual dalam kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. Harga emas Antam di Sahabat Pegadaian ditawarkan mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

Pergerakan Harga Emas Dunia

Harga emas global mengalami penurunan yang signifikan, jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh penguatan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan dolar AS. Di tengah kekhawatiran inflasi yang meningkat akibat ketegangan di Timur Tengah, spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga semakin menguat.

Menurut laporan CNBC pada 16 Mei 2026, harga emas spot turun 2% menjadi USD 4.556,46 per ounce, yang merupakan level terendah sejak 5 Mei. Dalam sepekan, harga emas mengalami penurunan lebih dari 3%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga mengalami penurunan sebesar 2,7% menjadi USD 4.561,50.

Penyebab Penurunan Harga Emas

Analis dari Marex, Edward Meir, menjelaskan bahwa aksi jual di pasar logam mulia terjadi karena beberapa faktor. "Dolar AS cukup kuat hari ini. Kita juga melihat bukan hanya peningkatan di AS, tetapi juga peningkatan global dalam tingkat imbal hasil (obligasi)," ujarnya. Imbal hasil obligasi Treasury AS untuk tenor 10 tahun telah mencapai level tertinggi dalam hampir satu tahun, yang meningkatkan biaya peluang bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Selain itu, dolar AS diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi dalam dua bulan, menjadikan emas yang dihargai dalam dolar AS lebih mahal bagi pembeli internasional. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran telah habis dan tidak ada kemajuan signifikan dalam hubungan perdagangan dengan Tiongkok, yang turut mempengaruhi pasar.

Harga minyak mentah juga mengalami kenaikan lebih dari 40% sejak dimulainya konflik AS-Israel di Iran, yang menyebabkan inflasi global meningkat. Bank sentral cenderung menaikkan suku bunga di masa inflasi, yang berpotensi mengurangi daya tarik emas batangan. Para pedagang telah memperkirakan penurunan suku bunga AS tahun ini, namun taruhan untuk kenaikan suku bunga juga meningkat, berdasarkan data dari FedWatch Tool dari CME.

Artikel Terkait