🔴 Breaking
Teknologi

Peran Kritis Mesin ASML dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

Mesin litografi buatan ASML di Belanda menjadi komponen penting dalam produksi chip yang mendukung kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan Claude. Tanpa teknologi ini, pengembangan AI modern tidak akan...

Eko Prasetyo

Penulis

23 September 2026
5 kali dibaca
ASML EXE:5000 di Laboratorium High NA Veldhoven. Pelanggan dapat mengakses mesin ini untuk memulai pengembangan proses baru sebelum peralatan dikirimkan ke fasilitas mereka.
ASML EXE:5000 di Laboratorium High NA Veldhoven. Pelanggan dapat mengakses mesin ini untuk memulai pengembangan proses baru sebelum peralatan dikirimkan ke fasilitas mereka.

Kota Veldhoven, Belanda, menjadi lokasi sebuah laboratorium yang menyimpan mesin litografi EUV buatan ASML, yang memiliki ukuran sebesar bus tingkat dan berat lebih dari 150 ton. Mesin ini, yang terbuat dari aluminium presisi, dilengkapi ribuan selang, kabel berwarna, dan tangki bertekanan, menjadikannya salah satu alat terpenting dalam industri chip. Dengan harga mencapai 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,6 triliun per unit, mesin ini memainkan peran vital dalam memproduksi chip yang mendukung kecerdasan buatan.

ASML, meskipun jarang disebut dalam diskusi mengenai kecerdasan buatan, sebenarnya merupakan penyedia utama alat litografi chip di seluruh dunia, menguasai sekitar 90 persen pasar. Untuk teknologi EUV yang digunakan dalam pembuatan chip paling canggih, ASML bahkan tidak memiliki pesaing. Chip yang digunakan untuk melatih model AI seperti ChatGPT dan Claude tidak dapat diproduksi tanpa mesin ini.

Peran Nvidia dan TSMC dalam Ekosistem Chip

Nvidia, dengan prosesor grafis (GPU) yang mereka produksi, berkontribusi besar terhadap perkembangan AI saat ini. Meskipun Nvidia merancang GPU, mereka tidak memproduksinya secara langsung, melainkan mengandalkan perusahaan seperti TSMC untuk proses pembuatan. Di pabrik TSMC, mesin litografi DUV dan EUV dari ASML digunakan untuk memindahkan pola sirkuit ke wafer silikon. Contohnya, GPU Nvidia Blackwell yang menggunakan proses khusus TSMC 4NP, mengandung 208 miliar transistor, menunjukkan kompleksitas dan kebutuhan akan teknologi litografi yang canggih.

Inovasi dan Tantangan dalam Litografi EUV

ASML memulai pengembangan teknologi EUV sekitar tahun 2001, memilih untuk bertaruh pada panjang gelombang 13,5 nanometer, yang saat itu belum ada yang berhasil memproduksinya secara stabil. Meskipun Nikon dan Canon juga mengembangkan teknologi serupa, mereka menghentikan proyek tersebut, sementara ASML terus maju meskipun menghadapi berbagai tantangan teknis. Proses penciptaan cahaya EUV melibatkan laser yang diarahkan ke butiran timah cair dalam ruang hampa udara, menghasilkan cahaya yang kemudian dipantulkan oleh cermin yang dibuat oleh Zeiss, perusahaan optik asal Jerman.

Dengan lebih dari 35.000 komponen dalam sistem optiknya, mesin ini menjadi sangat kompleks. ASML bahkan membeli 24,9 persen saham Zeiss untuk memperkuat kemitraan dan memastikan keberlanjutan pasokan komponen kritis. Menurut Mark Phillips dari Intel, pemindai EUV adalah alat paling maju yang pernah diciptakan, dan meniru teknologi ini bukanlah hal yang mudah.

Sejak mesin EUV pertama kali diluncurkan ke pasar pada tahun 2017, permintaannya meningkat pesat, terutama setelah munculnya model AI seperti ChatGPT. Perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI dan Google berlomba-lomba untuk mendapatkan chip canggih, menyebabkan penjualan ASML melonjak. Pada tahun 2025, ASML mencatatkan penjualan bersih sebesar 32,7 miliar euro dengan laba bersih 9,6 miliar euro, menunjukkan betapa pentingnya mesin ini dalam industri chip AI.

Dengan generasi mesin baru yang dikenal sebagai High-NA, ASML berupaya meningkatkan efisiensi dan kepadatan komponen dalam chip. Namun, ada tantangan dari negara seperti China yang berusaha mengembangkan teknologi mereka sendiri. Meskipun menghadapi persaingan, ASML tetap menjadi pemimpin dalam industri litografi chip, dengan inovasi yang terus berlanjut dan permintaan yang terus meningkat.

Artikel Terkait