πŸ”΄ Breaking
--- Krisis Empati di Dunia Kesehatan: Tips Menjaga Hubungan Manusiawi di Media Sosial --- Pramuka UIN Saizu Laksanakan Penanaman 150 Pohon di Curug Gomblang Kemenkeu Ambil Alih Sebagian Besar Saham Kereta Cepat --- IDI Tindak Dokter yang Diduga Menghina Pasien BPJS Kesehatan --- Dosen UDB Solo Laksanakan Program Pemberdayaan Kader Posyandu di Desa Jabung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Mencapai 5,29%, Apa yang Mendorongnya? Harga Kebutuhan Pokok Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Dunia? Simak Perbandingannya dengan Berbagai Negara Pendapatan SpaceX Meningkat Tajam, Bisnis AI Jadi Pendorong Utama --- Keluhan Pasien BPJS Menunggu 8 Jam Berujung Kontroversi, Dokter Senior Beri Penjelasan --- Mendikdasmen Terbitkan Surat Edaran untuk Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah --- Krisis Empati di Dunia Kesehatan: Tips Menjaga Hubungan Manusiawi di Media Sosial --- Pramuka UIN Saizu Laksanakan Penanaman 150 Pohon di Curug Gomblang Kemenkeu Ambil Alih Sebagian Besar Saham Kereta Cepat --- IDI Tindak Dokter yang Diduga Menghina Pasien BPJS Kesehatan --- Dosen UDB Solo Laksanakan Program Pemberdayaan Kader Posyandu di Desa Jabung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Mencapai 5,29%, Apa yang Mendorongnya? Harga Kebutuhan Pokok Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Dunia? Simak Perbandingannya dengan Berbagai Negara Pendapatan SpaceX Meningkat Tajam, Bisnis AI Jadi Pendorong Utama --- Keluhan Pasien BPJS Menunggu 8 Jam Berujung Kontroversi, Dokter Senior Beri Penjelasan --- Mendikdasmen Terbitkan Surat Edaran untuk Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Ekonomi

Perbandingan Harga Emas 24 Karat Hari Ini dari Berbagai Sumber

Harga emas 24 karat pada 19 Juni 2026 menunjukkan perbedaan yang signifikan di antara berbagai penyedia, menjadi perhatian bagi investor dan konsumen di Indonesia.

Aditya Surya

Penulis

19 June 2026
66 kali dibaca
Harga emas 24 karat menunjukkan variasi signifikan antar penyedia pada 19 Juni 2026, berikut daftarnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Harga emas 24 karat menunjukkan variasi signifikan antar penyedia pada 19 Juni 2026, berikut daftarnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas 24 karat mengalami variasi yang cukup mencolok di antara penyedia pada tanggal 19 Juni 2026. Fluktuasi ini menjadi perhatian utama bagi para investor dan konsumen di tanah air. Pada hari Jumat tersebut, sejumlah platform yang menyediakan emas merilis daftar harga terbaru, yang menunjukkan perbedaan dalam nilai jual dan beli di pasar. Data ini mencakup harga emas batangan, perhiasan, hingga emas digital, yang penting untuk diperhatikan sebelum melakukan transaksi.

Harga Emas di Berbagai Platform

Antam dan Pegadaian merupakan beberapa sumber yang menyediakan informasi mengenai harga emas 24 karat untuk hari ini. Perbedaan harga yang tercatat di masing-masing platform mencerminkan dinamika pasar serta kebijakan dari setiap penyedia. Menurut informasi terbaru, harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Jumat (19/6/2026), mengalami penurunan. Harga emas Antam hari ini lebih murah sebesar Rp 30.000 per gram, sehingga total penurunan harga emas Antam dalam dua hari mencapai Rp 60.000.

Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini ditetapkan sebesar Rp 2.673.000 per gram. Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dipatok di angka Rp 2.703.000 per gram. Untuk harga buyback emas Antam, terjadi penurunan yang lebih signifikan, yakni sebesar Rp 67.000, dengan harga buyback hari ini ditetapkan pada Rp 2.408.000 per gram. Harga buyback adalah harga yang berlaku jika pemilik emas menjual kembali emasnya kepada Antam.

Rekor Harga Emas dan Dampak Eksternal

Perlu diketahui, harga emas Antam pernah mencapai rekor tertinggi pada Kamis, 29 Januari 2026, yaitu sebesar Rp 3.168.000 per gram. Pada saat itu, harga buyback berada di level Rp 2.989.000 per gram. Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, yang menjamin akurasi dan kredibilitas data yang disajikan kepada masyarakat.

Sebelumnya, harga emas dunia mengalami penurunan kecil pada Kamis, 18 Juni 2026 (Jumat waktu Jakarta). Penurunan harga emas ini dipicu oleh sinyal kebijakan hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS), yaitu Federal Reserve, serta penguatan dolar AS. Selain itu, kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang mengurangi kekhawatiran inflasi dan menurunkan harga minyak juga memberikan tekanan terhadap harga emas.

Menurut CNBC, pada hari Jumat (19/6/2026), harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$ 4.232,01 per ounce, mencapai level terendah sejak November 2025. Harga emas berjangka AS juga mengalami penurunan sebesar 3,1% menjadi US$ 4.245,90. Peter Grant, Vice President and Senior Metal Strategist Zaner Metals, menyatakan, β€œHal sangat signifikan adalah kecenderungan hawkish dari the Fed kemarin. Itu membuat dolar AS mencapai level tertinggi baru tahun ini, yang membuat emas tetap berada di bawah tekanan.”

The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu pekan ini, namun sembilan dari 19 pembuat kebijakan melihat perlunya kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Dolar AS menguat setelah pernyataan kebijakan dan saat ini berada pada level tertinggi dalam satu tahun, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Pasar saat ini memprediksi peluang kenaikan suku bunga AS sebesar 88% pada bulan Desember, lebih tinggi dibandingkan peluang 61% yang terlihat dalam pernyataan kebijakan the Fed.

Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya mengalami kesulitan dalam lingkungan suku bunga yang tinggi. Harga emas telah berada di bawah tekanan sejak awal konflik di Timur Tengah, karena kenaikan biaya bahan bakar memicu kekhawatiran inflasi. AS dan Iran juga merilis teks perjanjian sementara yang ditandatangani presiden untuk mengakhiri perang pada Rabu pekan ini. Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan serangan jika Iran gagal memenuhi komitmennya. Harga minyak mentah Brent merosot ke level terendah sejak 2 Maret, sementara harga minyak mentah WTI berada di level terendah sejak 4 Maret.

Dengan perkembangan ini, pemantauan harga emas menjadi semakin penting bagi para investor dan konsumen yang ingin melakukan transaksi di pasar.

Artikel Terkait