Pada Minggu, 21 Juni 2026, tercatat penurunan harga emas yang terjadi pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Harga emas dunia jatuh ke titik terendah sejak 11 Juni dan mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Penurunan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat, yang berimbas pada permintaan emas.
Berdasarkan informasi dari tradingeconomics.com, harga emas dunia turun sebesar 1,38% menjadi US$ 4.151,74. Penurunan harga ini terjadi di tengah penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam satu tahun setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, namun memberikan sinyal untuk kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif. Saat ini, sembilan dari 19 pembuat kebijakan Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga akan terjadi di akhir tahun ini, dengan pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 70% pada bulan September.
Perkiraan Harga Emas Akhir Tahun
Goldman Sachs juga menurunkan proyeksi harga emas untuk akhir tahun menjadi US$ 4.900 per ons, dari sebelumnya US$ 5.400. Penurunan ini terjadi meskipun ketidakpastian geopolitik masih berlanjut, terutama setelah pengumuman bahwa pembicaraan antara AS dan Iran yang direncanakan tidak akan berlangsung pada hari Jumat.
Daftar Harga Emas Perhiasan
Pada hari yang sama, Raja Emas Indonesia mengumumkan daftar harga beli emas perhiasan per gram yang bisa dijadikan acuan bagi konsumen yang ingin membeli. Harga beli untuk emas 24 karat (K24) tercatat sebesar Rp 2.300.000, sedangkan emas 24 karat dengan kemurnian 99,5% dihargai Rp 2.260.000.
Sementara itu, Laku Emas juga merilis daftar harga jual emas perhiasan per gram pada 21 Juni 2026, yang menjadi referensi penting bagi masyarakat yang berencana untuk menjual perhiasan mereka. Harga jual untuk emas 24 karat (99%) adalah Rp 2.293.000 per gram. Laku Emas juga mengingatkan bahwa harga yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu.