🔴 Breaking
Peringatan Dokter Mengenai Dampak Negatif BPA Terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita Pertumbuhan Pasar Iklan Luar Ruang Indonesia Mencapai Rp 5,91 Triliun, Namun Adopsi Programmatic Masih Minim CBA Soroti Dugaan Kejanggalan Konsesi Tol Cawang–Pluit, Dari Perpanjangan hingga Biaya Proyek KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri Elon Musk Mengakui Ketidaktahuannya dalam Pembuatan Chip, Namun Bertekad Mendirikan Pabrik Sendiri Paus Leo XIV Harus Jalani Operasi Pengangkatan Nodul Paru Siswa SDII Al Abidin Surakarta Berhasil Masuk Nasional OMI 2026 di Matematika BNI Segera Tindak Lanjuti Bantuan untuk Korban Banjir di Padang Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Mencapai Rp155 Ribu per Kg Pertamina Tingkatkan Kesiapan UMKM untuk Pasar Global Melalui Pelatihan Ekspor Peringatan Dokter Mengenai Dampak Negatif BPA Terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita Pertumbuhan Pasar Iklan Luar Ruang Indonesia Mencapai Rp 5,91 Triliun, Namun Adopsi Programmatic Masih Minim CBA Soroti Dugaan Kejanggalan Konsesi Tol Cawang–Pluit, Dari Perpanjangan hingga Biaya Proyek KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri Elon Musk Mengakui Ketidaktahuannya dalam Pembuatan Chip, Namun Bertekad Mendirikan Pabrik Sendiri Paus Leo XIV Harus Jalani Operasi Pengangkatan Nodul Paru Siswa SDII Al Abidin Surakarta Berhasil Masuk Nasional OMI 2026 di Matematika BNI Segera Tindak Lanjuti Bantuan untuk Korban Banjir di Padang Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Mencapai Rp155 Ribu per Kg Pertamina Tingkatkan Kesiapan UMKM untuk Pasar Global Melalui Pelatihan Ekspor
Kesehatan

Peringatan Dokter Mengenai Dampak Negatif BPA Terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita

Dokter mengingatkan perempuan tentang bahaya akumulasi zat Bisfenol A (BPA) dalam kemasan makanan dan minuman yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Meskipun ada batasan dari BPOM, risiko tetap...

Raihan Fadhila

Penulis

13 October 2026
6 kali dibaca
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Jakarta - Prof. Budi Wiwieko, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), mengingatkan pentingnya kesadaran perempuan mengenai risiko paparan Bisfenol A (BPA) yang sering ditemukan dalam kemasan makanan dan minuman. Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan batas aman BPA sebesar 0,6 ppm, zat ini tetap berpotensi terakumulasi di dalam tubuh.

Batas Regulasi BPOM dan Risiko Akumulasi Dalam Tubuh

Prof. Budi menjelaskan bahwa akumulasi BPA dalam jumlah tertentu dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memengaruhi proses reproduksi. "Kalau terakumulasi dalam kadar tertentu, akan terjadilah gangguan kerja. Misalkan hormon yang dikeluarkan oleh otak untuk memerintahkan indung telur memproduksi sel telur, sehingga akan terjadi gangguan pematangan sel telur," ungkapnya.

Meskipun BPOM telah menetapkan batas maksimal kadar BPA, masyarakat tetap harus waspada terhadap tingkat paparan harian. "Badan POM dalam regulasi menyampaikan batas maksimal kadar Bisfenol itu 0,6 ppm. Tetapi seperti yang kita ketahui, walaupun dia dalam kadar yang sangat kecil, kalau terekspos berulang kali akan terjadi akumulasi," tambahnya.

Ancaman Endocrine Disrupting Chemical bagi Perempuan

Prof. Budi juga menekankan perlunya kesadaran akan bahaya bahan kimia pengganggu hormon, atau Endocrine Disrupting Chemical (EDC), yang sering terdapat dalam kemasan sehari-hari. "Mengapa masyarakat, terutama perempuan, harus sadar betul bahwa paparan terhadap Endocrine Disrupting Chemical atau Bisfenol ini akan sangat membahayakan untuk kesehatan reproduksinya," jelasnya. Ia menekankan bahwa kemasan makanan dan minuman adalah salah satu sumber paparan yang paling umum.

Risiko Pencucian dan Sinar Matahari pada Galon Guna Ulang

Selain itu, Prof. Budi mengingatkan tentang risiko pelepasan BPA dari kemasan yang digunakan berulang kali, seperti galon isi ulang, yang terpapar sinar matahari dan proses pencucian. "Salah satu risikonya, dengan dia dicuci, pencucian berulang kali, exposure dengan sinar matahari, itu juga justru akan meningkatkan kandungan BPA di dalam air yang berada di dalam kemasan tersebut," tegasnya.

Artikel Terkait