🔴 Breaking
Bulog Siapkan Program Beras Satu Harga Menyusul Pertamina --- Bulog Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Menggunakan Beras Subsidi --- XLSmart Rencanakan Integrasi Frekuensi Baru untuk Jaringan 5G dan 4G Nenek Berusia 105 Tahun Ungkap Rahasia Umur Panjang yang Sederhana SMP Islam Al Abidin Solo Sukses Raih Juara Umum di COMED 2026 Purbaya Yudhi Sadewa Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Kuartal II 2026 Pria 18 Tahun Raih Gelar Profesor Termuda di Dunia Prabowo Minta Aparat Ikut Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Penanaman Ratusan Juta Pohon demi Masa Depan Hijau Guru SDII Al Abidin Solo Terbitkan Artikel Ilmiah di Jurnal Pendidikan Rata-Rata Turis Asing Menghabiskan 10 Malam di Indonesia dengan Pengeluaran Rp 23 Juta Bulog Siapkan Program Beras Satu Harga Menyusul Pertamina --- Bulog Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Menggunakan Beras Subsidi --- XLSmart Rencanakan Integrasi Frekuensi Baru untuk Jaringan 5G dan 4G Nenek Berusia 105 Tahun Ungkap Rahasia Umur Panjang yang Sederhana SMP Islam Al Abidin Solo Sukses Raih Juara Umum di COMED 2026 Purbaya Yudhi Sadewa Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Kuartal II 2026 Pria 18 Tahun Raih Gelar Profesor Termuda di Dunia Prabowo Minta Aparat Ikut Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Penanaman Ratusan Juta Pohon demi Masa Depan Hijau Guru SDII Al Abidin Solo Terbitkan Artikel Ilmiah di Jurnal Pendidikan Rata-Rata Turis Asing Menghabiskan 10 Malam di Indonesia dengan Pengeluaran Rp 23 Juta
Kesehatan

Pria 18 Tahun Raih Gelar Profesor Termuda di Dunia

Seorang pria dari Florida, Amerika Serikat, berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai profesor pria termuda di dunia setelah diakui oleh Guinness World Records. Nathan Thomas meraih posisi te...

Sekar Wangi

Penulis

03 August 2026
11 kali dibaca
Foto: Getty Images/iStockphoto/Liliboas
Foto: Getty Images/iStockphoto/Liliboas

Seorang pria asal Florida, Amerika Serikat, telah mencetak prestasi luar biasa dengan menjadi profesor pria termuda di dunia. Gelar ini diakui oleh Guinness World Records (GWR) setelah Nathan Thomas resmi menjabat sebagai dosen teknik di usia yang belum genap 19 tahun.

Nathan Thomas tercatat sebagai profesor pria termuda saat menerima posisi mengajar di Miami Dade College pada usia 18 tahun dan 346 hari. Prestasi ini memecahkan rekor yang telah bertahan selama lebih dari tiga abad. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh matematikawan asal Skotlandia, Colin Maclaurin, yang menjadi profesor pada usia 19 tahun di awal abad ke-18. Thomas juga hanya terpaut 16 hari dari rekor profesor perempuan termuda, Alia Sabur, yang menjadi profesor pada usia 18 tahun dan 362 hari pada tahun 2008.

Pengalaman Mengajar di Usia Muda

Nathan mulai mengajar mata kuliah COP 2270: C for Engineers di Miami Dade College pada bulan Agustus 2023. Menariknya, banyak mahasiswa di kelasnya yang memiliki usia hampir sama dengannya. "Begitu berada di lingkungan kampus, semua orang datang dengan tujuan yang sama, yaitu belajar. Jadi usia sebenarnya tidak terlalu menjadi faktor," ungkap Thomas, yang kini berusia 21 tahun.

Ia menekankan fokusnya pada penyampaian materi yang berkualitas dan membantu mahasiswa memahami pelajaran. "Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan saya dengan baik dan membantu mahasiswa semampu saya. Selama mereka mau berusaha, itu yang paling penting bagi saya," tambahnya.

Perjalanan Akademik yang Menginspirasi

Perjalanan akademik Nathan terbilang unik. Ia mulai mengikuti program kuliah ganda di Miami Dade College pada usia 10 tahun. Pada usia 14 tahun, ia melanjutkan pendidikan di Florida International University dan dalam waktu empat tahun, berhasil meraih gelar sarjana dan magister teknik elektro dengan predikat kehormatan.

Nathan mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap matematika sudah ada sejak kecil. Berasal dari keluarga insinyur, ia menyebut bahwa ibunya berperan besar dalam membentuk cara berpikirnya. "Ibu saya selalu bisa membuat hal-hal yang rumit terasa sederhana. Saya rasa itu sangat memengaruhi cara saya belajar," katanya.

Bagi Nathan, momen paling memuaskan sebagai pengajar bukanlah saat menyelesaikan masalah sendiri, melainkan ketika mahasiswa akhirnya memahami konsep yang sebelumnya sulit. "Bagian yang paling saya sukai adalah ketika melihat sesuatu akhirnya 'klik' di kepala mahasiswa. Kita bisa melihat langsung saat konsep yang sebelumnya terasa mustahil tiba-tiba menjadi masuk akal," ujarnya.

Ia juga menilai bahwa mengajar membuatnya terus belajar. "Mengajarkan sesuatu memaksa kita memahaminya pada level yang berbeda. Jadi saya merasa belajar sebanyak, bahkan mungkin lebih banyak, dibanding mahasiswa saya sendiri," tambahnya.

Saat ini, Nathan masih mengajar secara daring sambil menempuh pendidikan Juris Doctor di University of Miami School of Law. Ia menargetkan lulus pada tahun 2028 dan bercita-cita berkarier di bidang hukum kekayaan intelektual, khususnya yang berkaitan dengan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Ia meyakini bahwa latar belakang tekniknya membantunya dalam studi hukum. "Teknik mengajarkan saya cara memecah masalah yang rumit secara sistematis. Pendekatan itu sangat membantu saya sekarang saat belajar hukum," tutupnya.

Artikel Terkait