Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin berkembang di Indonesia, memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Juni 2026, jumlah merchant yang menggunakan QRIS tercatat mencapai 44,86 juta, dengan sekitar 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM, menurut riset yang dilakukan oleh Indef mengenai ekonomi digital dan UMKM.
Peluang Baru bagi Pelaku Usaha
Adopsi QRIS menjadi salah satu langkah signifikan dalam digitalisasi transaksi bisnis. Sistem pembayaran ini memungkinkan pelaku usaha untuk menerima pembayaran nontunai melalui kode QR, sehingga memberikan alternatif yang lebih praktis bagi konsumen. Meskipun demikian, peningkatan jumlah merchant harus diimbangi dengan pemanfaatan QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari. Rata-rata merchant dilaporkan melakukan sekitar 1,5 transaksi QRIS per hari, menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk meningkatkan penggunaan sistem ini.
Tren Pertumbuhan Pengguna QRIS
Transaksi menggunakan QRIS mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan peningkatan mencapai 67,2% secara tahunan pada Agustus 2026. Hal ini sejalan dengan semakin meluasnya adopsi pembayaran digital, di mana jumlah pengguna QRIS di Indonesia kini telah mencapai 67 juta orang. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa angka tersebut setara dengan seperempat dari total populasi penduduk Indonesia, yang menunjukkan perubahan signifikan dalam kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.
Destry menambahkan bahwa pergeseran menuju ekosistem digital membuat penggunaan uang tunai dalam aktivitas belanja sehari-hari semakin berkurang. Masyarakat kini lebih memilih menggunakan QRIS untuk berbagai keperluan, termasuk saat berbelanja di pasar tradisional. "Jadi tentu saja kalau kita lihat, karena banyak yang menggunakan sistem digital, penggunaan cash kan jadi terbatas. Kita bisa lihat di beberapa acara, kalau kita sekarang belanja di pasar, mereka lebih suka pakai QRIS ketimbang uang cash," ujar Destry.
Dengan demikian, penguatan literasi digital dan perluasan penggunaan pembayaran nontunai menjadi sangat penting agar manfaat QRIS tidak hanya terfokus pada penambahan jumlah merchant, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi UMKM secara lebih luas.