🔴 Breaking
Maraknya Impor Pakaian Bekas Ilegal, Bea Cukai Berkomitmen Tingkatkan Pengawasan Penyelundupan Beras Ilegal Ancam Swasembada Pangan Indonesia Prabowo Ajak Perkuat Industri Tekstil, Bea Cukai Diminta Tertibkan Impor Inisiatif Prabowo untuk Mengatasi Karhutla: Terorisme Ekologi atau Gimik Politik? Pakar Diminta Menilai Kebijakan Pemerintah Secara Objektif oleh Menteri HAM Penyebab Keracunan Massal di Kediri Terungkap, Ditemukan Bakteri E. Coli dalam Makanan UIN Saizu Mengumumkan Pemenang Business Case dan Karya Tulis Ilmiah KSEI YIF 5.0 2026 --- Rupiah Melemah ke Level 17.884, Dipengaruhi Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed --- Pernyataan Kontroversial Terhadap Shin Tae-yong, Apa yang Mendorong Agresi di Tengah Tekanan? Pengalaman Seru Siswa SMPII Al Abidin Karanganyar dalam Belajar Demokrasi di DPRD Maraknya Impor Pakaian Bekas Ilegal, Bea Cukai Berkomitmen Tingkatkan Pengawasan Penyelundupan Beras Ilegal Ancam Swasembada Pangan Indonesia Prabowo Ajak Perkuat Industri Tekstil, Bea Cukai Diminta Tertibkan Impor Inisiatif Prabowo untuk Mengatasi Karhutla: Terorisme Ekologi atau Gimik Politik? Pakar Diminta Menilai Kebijakan Pemerintah Secara Objektif oleh Menteri HAM Penyebab Keracunan Massal di Kediri Terungkap, Ditemukan Bakteri E. Coli dalam Makanan UIN Saizu Mengumumkan Pemenang Business Case dan Karya Tulis Ilmiah KSEI YIF 5.0 2026 --- Rupiah Melemah ke Level 17.884, Dipengaruhi Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed --- Pernyataan Kontroversial Terhadap Shin Tae-yong, Apa yang Mendorong Agresi di Tengah Tekanan? Pengalaman Seru Siswa SMPII Al Abidin Karanganyar dalam Belajar Demokrasi di DPRD
Ekonomi

Raja Charles III Ungkap Pembayaran Pajak Pribadi yang Mencapai Rp 306 Miliar

Raja Charles III mencatatkan diri sebagai raja Inggris pertama yang mengungkapkan jumlah pajak pribadi yang dibayarnya, dengan total mencapai £12,9 juta atau sekitar Rp 306 miliar untuk tahun pajak 20...

Fayra Nugroho

Penulis

30 June 2026
142 kali dibaca
Raja Charles III menghadiri hari pertama acara pacuan kuda Epsom Derby Festival, di Surrey, Inggris selatan, pada 31 Mei 2024. (Dok: BENJAMIN CREMEL / AFP)
Raja Charles III menghadiri hari pertama acara pacuan kuda Epsom Derby Festival, di Surrey, Inggris selatan, pada 31 Mei 2024. (Dok: BENJAMIN CREMEL / AFP)

Raja Charles III menjadi raja pertama dalam sejarah monarki Inggris yang secara terbuka mengungkapkan besaran pajak pribadinya. Dalam laporan tahunan keuangan Kerajaan Inggris, terungkap bahwa ia membayar pajak sebesar £12,9 juta, yang setara dengan sekitar Rp 306 miliar (berdasarkan kurs Rp 23.741 per pound sterling) untuk tahun pajak 2024-2025. Dengan jumlah tersebut, Charles kini termasuk dalam jajaran 100 pembayar pajak terbesar di Inggris.

Berdasarkan informasi yang dirilis, Pangeran William, yang kini menjabat sebagai Prince of Wales, juga melaporkan pembayaran pajak sebesar £7,76 juta untuk periode yang sama. Selain data mengenai pajak, laporan tersebut memastikan bahwa Raja Charles III dan Ratu Camilla akan tetap tinggal di Clarence House dan tidak akan pindah ke Istana Buckingham setelah proyek renovasi selesai.

Peningkatan Sovereign Grant

Laporan keuangan Kerajaan Inggris juga menunjukkan bahwa Sovereign Grant, yaitu dana publik yang digunakan untuk mendukung operasional keluarga kerajaan, diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Untuk tahun anggaran 2024-2025, Sovereign Grant mencapai £86,3 juta, di mana £51,8 juta dialokasikan untuk biaya operasional keluarga kerajaan, sedangkan £34,5 juta digunakan untuk renovasi Istana Buckingham. Setelah proyek renovasi selesai, total dana tersebut diperkirakan akan turun menjadi £99,9 juta pada tahun 2027-2028, meskipun angka ini masih lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Sovereign Grant ini digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional Kerajaan Inggris, termasuk gaji pegawai, perjalanan resmi anggota keluarga kerajaan, penyelenggaraan acara kenegaraan, serta perawatan berbagai istana kerajaan. Dalam laporan sebelumnya, untuk tahun pajak 2023-2024, Raja Charles III membayar pajak sebesar £11,7 juta, sedangkan Pangeran William membayar £8,34 juta.

Transparansi Keuangan Keluarga Kerajaan

Keputusan untuk mempublikasikan besaran pajak yang dibayarkan oleh Raja Charles III muncul sebagai respons terhadap meningkatnya tuntutan publik akan transparansi keuangan keluarga kerajaan. Desakan ini semakin kuat setelah beberapa kontroversi yang melibatkan Pangeran Andrew, yang menimbulkan pertanyaan mengenai akuntabilitas penggunaan dana publik oleh Kerajaan Inggris. Pihak Istana Buckingham menyatakan bahwa keputusan ini merupakan inisiatif pribadi dari Raja Charles III dan Pangeran William untuk meningkatkan transparansi dan pemahaman masyarakat tentang akuntabilitas keluarga kerajaan.

Sejak Charles naik takhta pada tahun 2022 dan William menjadi Prince of Wales, total pajak yang dibayarkan secara sukarela oleh keduanya kepada otoritas pajak Inggris (HM Revenue and Customs/HMRC) telah melebihi £50 juta. Meskipun total pajak yang dibayarkan telah diungkap, laporan ini tidak memberikan rincian mengenai bagaimana pajak tersebut dihitung, yang memicu kritik dari sejumlah pengamat.

Dan Neidle, pendiri Tax Policy Associates, menilai bahwa pengungkapan ini masih belum sepenuhnya transparan. Ia menyatakan, "Kami tidak mengetahui berapa bagian yang merupakan pajak keuntungan modal (capital gains tax) dan berapa yang berasal dari pajak penghasilan." Ia juga mempertanyakan komponen pengurang yang digunakan dalam penghitungan pajak Raja Charles III, menekankan pentingnya informasi mengenai pengeluaran yang dikurangkan.

Sebagian besar pendapatan Raja Charles III berasal dari Duchy of Lancaster, sebuah portofolio aset yang mencakup tanah, investasi, dan properti, yang memberikan pendapatan independen bagi raja. Diperkirakan, pada tahun 2025-2026, aset tersebut akan menghasilkan pendapatan sekitar £25,2 juta. Sementara itu, Pangeran William mendapatkan penghasilan dari Duchy of Cornwall, yang mencakup area seluas sekitar 130.000 acre dengan nilai sekitar £1 miliar. Pendapatan dari aset ini digunakan untuk mendukung tugas kenegaraan, operasional kantor, serta kebutuhan pribadi keluarganya.

Ian Patrick, sekretaris pribadi Pangeran William, menegaskan bahwa William membayar pajak penghasilan dengan tarif tertinggi atas pendapatan bersih setelah dikurangi biaya yang telah diaudit secara independen. "Pangeran William menyadari adanya perhatian publik terhadap pengaturan ini serta pentingnya transparansi yang memadai," ujarnya. Sementara itu, besaran pajak Raja Charles III dan Pangeran William untuk tahun pajak 2025-2026 masih dalam proses audit dan akan dipublikasikan pada laporan tahun depan, sementara rincian investasi pribadi serta sumber pendapatan lainnya tetap tidak diungkap kepada publik.

Artikel Terkait