🔴 Breaking
Teknologi

Sam Altman Menang atas Elon Musk dalam Kasus Hukum OpenAI

Elon Musk mengalami kekalahan dalam gugatan terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, yang ditolak oleh pengadilan federal di Oakland, California. Gugatan tersebut berkaitan dengan tuduhan Musk bahwa O...

Galang Mahesa

Penulis

19 May 2026
9 kali dibaca
Sam Altman Menang atas Elon Musk dalam Kasus Hukum OpenAI
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Elon Musk, pemimpin SpaceX dan Tesla, mengalami kekalahan dalam kasus hukum yang diajukan terhadap OpenAI serta CEO-nya, Sam Altman. Gugatan ini muncul dari klaim Musk bahwa OpenAI telah menyimpang dari tujuan awalnya sebagai organisasi nirlaba setelah membentuk entitas bisnis yang menguntungkan dan menerima investasi besar dari Microsoft. Namun, pada hari Senin (18/5/2026) waktu setempat, pengadilan federal yang berada di Oakland, California, menolak gugatan tersebut.

Juri federal memutuskan bahwa gugatan Musk diajukan melewati batas waktu hukum yang berlaku, sehingga perkara ini tidak dapat dilanjutkan ke pokok kasus. Keputusan ini diambil setelah juri melakukan musyawarah selama kurang dari dua jam. Hakim Yvonne Gonzalez Rogers kemudian menyetujui keputusan juri dan secara resmi membatalkan seluruh gugatan yang diajukan oleh Musk.

Musk Mengajukan Banding

Setelah putusan tersebut dibacakan, Musk mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap hakim Rogers melalui media sosial X, menyebutnya sebagai “hakim aktivis”. Ia juga menegaskan niatnya untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Dalam pernyataannya di X (Twitter) melalui akun @elonmusk, Musk menulis, “Pengadilan dan juri tidak pernah benar-benar memutus substansi kasus ini, hanya persoalan teknis soal waktu.”

Pengacara Musk, Marc Toberoff, juga menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan kasus ini ke tingkat banding. Kekalahan ini menjadi sebuah pukulan berat bagi Musk, sementara bagi Sam Altman, ini merupakan kemenangan yang signifikan. Putusan tersebut juga membuka peluang bagi OpenAI untuk melanjutkan rencana penawaran saham perdana (IPO), yang diperkirakan akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri teknologi.

Awal Mula Perkara

Elon Musk menggugat OpenAI, Sam Altman, dan Presiden OpenAI, Greg Brockman pada Februari 2024. Ia menuduh OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba setelah beralih menjadi entitas bisnis yang menguntungkan dan menerima investasi miliaran dolar dari Microsoft. Musk sendiri merupakan salah satu investor awal OpenAI dan turut mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 2015. Dalam gugatannya, Musk menilai bahwa OpenAI telah “mencuri organisasi amal” demi kepentingan para petingginya. Ia meminta ganti rugi hingga 150 miliar dolar AS, serta meminta pencopotan Altman dari dewan direksi OpenAI dan pembatalan restrukturisasi perusahaan.

Namun, pengadilan tidak membahas pokok perkara karena juri menilai bahwa gugatan Musk diajukan terlambat. Tim pengacara OpenAI berargumen bahwa Musk sebenarnya sudah menyadari perubahan arah perusahaan sejak beberapa tahun lalu, termasuk saat ia masih aktif di OpenAI. Mereka juga menunjukkan bahwa pada tahun 2017, Musk pernah mendorong OpenAI untuk menjadi perusahaan yang menguntungkan, bahkan mencoba untuk menggabungkannya dengan Tesla. Menurut OpenAI, Musk baru mengajukan gugatan setelah perusahaan tersebut meraih kesuksesan besar pasca peluncuran ChatGPT pada tahun 2022 dan setelah ia mendirikan perusahaan AI pesaing bernama xAI pada tahun 2023. Pengacara OpenAI, William Savitt, menyebut gugatan Musk sebagai bentuk “sour grapes” atau rasa kecewa karena tertinggal dari kesuksesan OpenAI.

Persidangan yang berlangsung selama tiga pekan itu juga mengungkap berbagai konflik internal antara Musk dan Altman, yang keduanya merupakan pendiri OpenAI. Ratusan dokumen internal, email pribadi, pesan teks, dan catatan rapat perusahaan ditampilkan dalam persidangan. Musk hanya hadir saat memberikan kesaksian di awal persidangan, sementara Altman dan Brockman hadir di sebagian besar sidang.

Artikel Terkait