🔴 Breaking
Teknologi

Mantan CEO Google Dihadang Sorakan Mahasiswa Saat Pidato Wisuda Terkait AI

Eric Schmidt, mantan CEO Google, mengalami sorakan dan cemoohan dari mahasiswa saat memberikan pidato kelulusan di University of Arizona, menyentuh isu kecerdasan buatan.

Arjuna Mahendra

Penulis

18 May 2026
12 kali dibaca
Mantan CEO Google Dihadang Sorakan Mahasiswa Saat Pidato Wisuda Terkait AI
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Mantan CEO Google, Eric Schmidt, menghadapi sorakan dan cemoohan dari mahasiswa saat ia memberikan pidato kelulusan di University of Arizona, Amerika Serikat, pada Jumat (16/5/2026). Sorakan tersebut muncul ketika Schmidt membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap masa depan pekerjaan dan kehidupan masyarakat.

Dalam acara wisuda tersebut, Schmidt awalnya menjelaskan bagaimana teknologi modern berkontribusi dalam membangun "katedral pengetahuan" digital. Namun, ia juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan, seperti polarisasi dan kerusakan ruang publik di internet. Ketika Schmidt mulai berbicara mengenai AI, suasana menjadi lebih tegang. Ia menyatakan bahwa AI akan mempengaruhi hampir semua sektor pekerjaan di masa depan, yang langsung disambut dengan sorakan dan boo dari sebagian mahasiswa yang hadir.

Tanggapan Schmidt terhadap Reaksi Mahasiswa

Menanggapi sorakan tersebut, Schmidt mengatakan, “Saya tahu apa yang kalian rasakan.” Ia mengakui bahwa kekhawatiran generasi muda mengenai AI, kehilangan pekerjaan, perubahan iklim, dan situasi politik global adalah hal yang “rasional.” Meskipun demikian, ia tetap mendorong para lulusan untuk berpartisipasi dalam perkembangan AI, bukan hanya merasa takut terhadap teknologi tersebut. Ia menyampaikan, “Ketika seseorang menawarkan kursi di roket, jangan tanya kursi yang mana. Naik saja,” yang kembali memicu reaksi negatif dari beberapa hadirin.

Kekhawatiran Generasi Muda Terhadap AI

Reaksi mahasiswa tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan generasi muda mengenai AI, terutama terkait ancaman terhadap lapangan kerja dan masa depan karier mereka. Banyak lulusan baru kini menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif di tengah gelombang otomatisasi dan penerapan AI di berbagai sektor.

Selain isu AI, beberapa mahasiswa juga memprotes Schmidt terkait tuduhan pelecehan seksual dari mantan pasangannya yang muncul tahun lalu, yang mana Schmidt membantah tuduhan tersebut. Meskipun menghadapi sorakan, Schmidt berhasil menyelesaikan pidatonya dan menutup acara dengan pesan bahwa masa depan masih dapat dibentuk oleh generasi mereka sendiri.

Artikel Terkait