🔴 Breaking
Inovasi BPJS Kesehatan untuk Mempercepat Klaim Rumah Sakit Prestasi Gemilang Siswa Al Abidin di Bulan Agustus 2026 Komunitas Ojol Jakarta Pusat Gelar Konvoi Damai “Jaga Jakarta”, Serukan Kondusivitas dan Solidaritas Freeport Membuka Kesempatan Kerja untuk Lulusan Baru dan Berpengalaman, Simak Posisi dan Jadwal Pendaftarannya Perusahaan Mulai Menyesali PHK Karyawan untuk AI, Kini Kembali Merekrut Manusia Mitos atau Fakta: Apakah Obat Kedaluwarsa Masih Bisa Dikonsumsi? Penurunan Harga Perak Antam Menjadi Rp 44.050 per Gram, Berikut Rinciannya Kenaikan Kasus COVID-19 di Korea Selatan Mendorong Pembelian Masker dan Alat Tes Taktik Blendtec Menghancurkan iPhone, Meningkatkan Penjualan Secara Drastis --- Daftar Harga BBM Pertamina per 1 September 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia --- Inovasi BPJS Kesehatan untuk Mempercepat Klaim Rumah Sakit Prestasi Gemilang Siswa Al Abidin di Bulan Agustus 2026 Komunitas Ojol Jakarta Pusat Gelar Konvoi Damai “Jaga Jakarta”, Serukan Kondusivitas dan Solidaritas Freeport Membuka Kesempatan Kerja untuk Lulusan Baru dan Berpengalaman, Simak Posisi dan Jadwal Pendaftarannya Perusahaan Mulai Menyesali PHK Karyawan untuk AI, Kini Kembali Merekrut Manusia Mitos atau Fakta: Apakah Obat Kedaluwarsa Masih Bisa Dikonsumsi? Penurunan Harga Perak Antam Menjadi Rp 44.050 per Gram, Berikut Rinciannya Kenaikan Kasus COVID-19 di Korea Selatan Mendorong Pembelian Masker dan Alat Tes Taktik Blendtec Menghancurkan iPhone, Meningkatkan Penjualan Secara Drastis --- Daftar Harga BBM Pertamina per 1 September 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia ---
Teknologi

Sejarah Menarik Logo Apple yang Tidak Banyak Diketahui

Logo ikonik Apple yang dikenal saat ini ternyata memiliki sejarah yang menarik, di mana perusahaan ini sebelumnya menggunakan desain yang sangat berbeda.

Bima Sakti

Penulis

30 August 2026
16 kali dibaca
Unboxing iPhone 17 Pro Max warna Deep Blue.(KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)
Unboxing iPhone 17 Pro Max warna Deep Blue.(KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)

Apple, perusahaan teknologi ternama yang berbasis di Cupertino, sangat dikenal dengan logo apel tergigitnya. Namun, sebelum logo sederhana ini menjadi terkenal, Apple pernah menggunakan logo yang sama sekali berbeda, bahkan tanpa elemen gigitan. Pada tahun 1981, pendiri Apple, Steve Jobs, menjelaskan kepada wartawan bahwa pemilihan buah apel sebagai nama dan logo perusahaan didasarkan pada kesan kesederhanaan yang memiliki makna mendalam.

Jobs menyatakan, “Saya suka apel dan suka memakannya. Namun, gagasan utama di balik Apple adalah (dapat) membawa kesederhanaan kepada masyarakat, dengan cara yang paling canggih, itu saja, tidak ada yang lain.” Meskipun demikian, logo apel tergigit yang kita kenal sekarang bukanlah logo pertama yang digunakan oleh Jobs dan rekannya, Steve Wozniak, saat mendirikan perusahaan ini.

Logo Pertama Apple: Gambar Isaac Newton

Sebelum beralih ke logo apel yang tergigit, logo pertama Apple menampilkan gambar Sir Isaac Newton, seorang fisikawan terkenal yang dikenal dengan hukum gerak dan gravitasi, yang sedang duduk di bawah pohon apel. Logo ini memiliki desain monokrom dengan tulisan besar "Apple Computer Co" dalam sebuah pita. Latar belakangnya menggambarkan pemandangan indah dengan apel yang dikelilingi cahaya putih, memberikan inspirasi terkait hukum gravitasi.

Selain gambar, logo ini juga dilengkapi dengan teks yang berbunyi “Newton… A mind forever voyaging through strange seas of thought … alone”, yang terletak dalam bingkai logo. Namun, logo ini tidak bertahan lama. Jobs yang terlibat dalam desain logo merasa bahwa logo tersebut kurang menarik dan sulit dibaca jika dicetak dalam ukuran kecil. Selain itu, gambar tersebut dianggap tidak harmonis dengan nilai-nilai modern yang ingin ditampilkan oleh komputer Apple.

Perubahan Menuju Logo Apel Tergigit

Logo apel tergigit yang dikenal saat ini lahir setelah Jobs meminta desainer Rob Janoff untuk menciptakan logo baru pada tahun 1977. Janoff dipilih karena kemampuannya dalam mendefinisikan konsep abstrak ke dalam bentuk visual. Jobs hanya memberikan satu pesan kepada Janoff, yaitu untuk tidak membuat logo terlihat lucu. Selama proses desain, Janoff menciptakan gambar apel dengan daun kecil yang mengambang di atasnya. Ia menambahkan pola gigitan di samping agar jelas bahwa itu adalah apel, bukan buah ceri atau tomat.

Janoff menjelaskan, “Aku mendesainnya dengan gigitan untuk pembeda, sehingga orang yang melihatnya mendapatkan maksud bahwa itu adalah (buah) apel, bukan ceri.” Ia juga menambahkan bahwa efek gigitan tersebut dapat dipahami oleh orang-orang dari berbagai budaya, karena apel biasanya dimakan dengan cara digigit. Selain itu, unsur gigitan pada logo juga dianggap sebagai simbol teknologi, di mana seorang direktur kreator di Regis McKenna, Inc menyebutnya sebagai “Bite”, yang diucapkan mirip dengan “Byte”, unit informasi digital.

Janoff menyelesaikan desain logo dalam waktu dua minggu. Saat mempresentasikan hasilnya kepada Jobs, Wozniak, dan investor awal Apple, Mike Markkula, ia menunjukkan dua versi logo: satu tanpa gigitan dan satu dengan gigitan. Janoff menyatakan, “Kami mempresentasikan dua versi logo. Satu tanpa gigitan dan satu dengan gigitan. Hanya untuk berjaga-jaga jika versi gigitan dikatakan terlalu lucu untuk Jobs. Namun, tidak disangka ia memilih logo dengan versi gigitan.”

Jobs memilih logo dengan gigitan dan warna bergaris, di mana warna pelangi yang tidak beraturan menghiasi “daging buah” apel, sementara daun tetap berwarna hijau. Warna pelangi ini melambangkan keinginan Jobs agar semua orang di Apple memiliki pemikiran yang berbeda. Logo Apple berwarna pelangi ini bertahan selama 22 tahun, dari tahun 1977 hingga 1998.

Setelah itu, perusahaan tidak lagi menggunakan pola pelangi dalam warna logo apel mereka. Beberapa orang berpendapat bahwa perubahan warna ini terjadi karena perusahaan mengalami krisis keuangan. Meskipun warna logo berubah, bentuk dasar logo tetap tidak berubah, hanya saja dibuat lebih simetris dan geometris agar lebih minimalis dan modern. Desain baru ini dikerjakan oleh Landor and Associates.

Artikel Terkait