Anak-anak di era sekarang mulai memiliki sumber penghasilan sendiri, sehingga orang tua perlu memberikan bimbingan dalam merencanakan keuangan mereka. Menurut riset yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) pada bulan Maret lalu, sekitar 86% anak berusia antara tujuh hingga 14 tahun, yang termasuk dalam Generasi Alpha, sudah memiliki uang mereka sendiri. Dalam laporan yang diambil dari CNBC Make It pada Rabu (7/10/2026), sebanyak 97% anak-anak tersebut menyatakan bahwa mereka terkadang membuat keputusan pengeluaran secara mandiri. Riset ini melibatkan 1.004 anak dan 1.009 orang tua yang memiliki anak di rentang usia tersebut, yang dilakukan antara 29 Januari hingga 13 Februari 2026.
Kelly Pedersen, pemimpin bidang ritel di PwC, menyatakan bahwa Generasi Alpha memiliki semangat kewirausahaan yang mungkin tidak disadari oleh orang tua mereka. “Generasi Alpha memiliki jiwa entrepreneur. Mereka punya uangnya sendiri. Terkadang orang tua mereka bahkan tidak tahu mereka punya uang,” ungkap Pedersen.
Pentingnya Perencanaan Keuangan
Meskipun anak-anak sudah memahami cara membelanjakan uang mereka, banyak orang tua yang ingin agar anak-anak mereka berpikir ke depan dan mulai membangun tabungan atau portofolio investasi. Terdapat berbagai alat yang dapat digunakan untuk mendukung tujuan ini, seperti rekening dan instrumen investasi yang ditujukan untuk anak-anak. Orang tua juga perlu membantu anak-anak memahami bagaimana investasi bekerja, termasuk keuntungan dan risiko yang terkait dengan penempatan uang di pasar saham, menurut para ahli keuangan.
Noah Kerner, CEO Acorns, sebuah aplikasi keuangan keluarga, menekankan pentingnya mempertimbangkan konsekuensi saat membuat keputusan keuangan. "Pengelolaan uang yang baik berkaitan dengan pengambilan keputusan yang melibatkan pertukaran, dan kami ingin mengajarkan anak-anak sedini mungkin untuk mempertimbangkan konsekuensi serta pengambilan keputusan yang melibatkan pertukaran tersebut,” jelas Kerner. Dia memberikan contoh bahwa jika anak menghabiskan lebih banyak uang, maka tabungan mereka akan berkurang, sedangkan jika mereka menyisihkan lebih banyak untuk tabungan, mereka mungkin tidak dapat mengembangkan uang mereka melalui investasi.
Pengalaman Anak Muda dalam Mengelola Uang
Salah satu contoh nyata adalah Bellen Woodard, seorang entrepreneur muda yang telah menghasilkan uang sendiri sejak berusia enam tahun dengan menjadi model cilik. Ia sering mendonasikan sebagian penghasilannya dan menggunakan sisanya untuk membeli mainan. Saat kecil, ia merasa bahwa uang itu "sangat rumit." Namun, dengan contoh yang diberikan oleh orang tua dan saudara-saudaranya, ia belajar untuk membuat keputusan pengeluaran sendiri. Dengan dukungan keluarganya, Bellen mendirikan More Than Peach, sebuah merek seni yang mengedepankan kesetaraan, yang kini dijual di Target, serta telah menulis dua buku anak yang terkenal.
Bellen juga merupakan anggota Kid Advisory Board di Acorns, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan penabung dan investor muda. Ia memiliki tujuan keuangan yang besar, seperti membeli mobil saat berusia 16 tahun. Salah satu faktor yang membantu Bellen adalah kelas keuangan pribadi di sekolahnya, meskipun awalnya konsep berinvestasi di pasar saham terasa menakutkan. Namun, setelah dipelajari, rasa takutnya berkurang.
Tosha Woodard, ibu Bellen, menjelaskan bahwa mereka tidak memfokuskan pembicaraan tentang uang. Bellen selalu memiliki akses ke uangnya sendiri dan mulai menggunakan celengan saat masih kecil, kemudian beralih ke kartu debit dengan akun bersama orang tuanya ketika berusia 8 atau 9 tahun. Fokus orang tua Bellen lebih pada pengembangan bakat dan minat anak, seperti jiwa kewirausahaan, pendidikan, dan mendukung usaha mereka. Menurut ibunya, Bellen tidak pernah boros, sehingga tidak banyak koreksi yang perlu dilakukan dalam hal pengelolaan uang.
Brittney Castro, seorang perencana keuangan bersertifikat di platform teknologi keuangan Chime, menambahkan bahwa anak-anak sering belajar tentang uang melalui perilaku orang tua mereka. “Salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan sebagai orang tua adalah menjaga keuangan Anda sendiri dan memperhatikan setiap kata yang diucapkan tentang uang serta pola pikir Anda terhadap uang, karena anak-anak menyerap semua itu, entah Anda sadar atau tidak,” ujarnya.
Setiap orang tua memiliki pendekatan yang berbeda dalam mempersiapkan anak mereka untuk menabung demi masa depan. Mereka dapat membuka rekening tabungan bersama anak di berbagai bank, dengan orang tua sebagai pemegang rekening utama. Rekening tabungan berbunga tinggi umumnya menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan rekening biasa. Di Amerika Serikat, terdapat rekening khusus yang memungkinkan orang tua untuk berinvestasi demi anak mereka, seperti 530A atau Trump Accounts. Rekening investasi dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun kekayaan, sekaligus membantu anak menanamkan kebiasaan keuangan yang baik saat mereka belajar tentang kekuatan bunga majemuk.
Castro menekankan bahwa meskipun Anda atau anak Anda tidak menyetorkan dana dalam jumlah besar, yang terpenting adalah menanamkan kebiasaan tersebut. Ia juga berpendapat bahwa rekening atau alat yang tepat bagi Anda akan bergantung pada tujuan keuangan spesifik keluarga dan anak Anda.