Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan BUMN dan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan untuk tidak berupaya secara agresif meraih keuntungan dari suku bunga deposito yang tinggi. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (25/9/2026) dengan tujuan untuk menghindari kerusakan pada struktur suku bunga serta menjaga stabilitas likuiditas di sektor perbankan nasional.
Pentingnya Stabilitas Likuiditas
Suahasil menekankan bahwa instansi pemerintah, termasuk BLU, harus diarahkan untuk tidak hanya fokus pada pencarian imbal hasil yang tinggi dari simpanan dana. Ia menyampaikan dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, "Khusus untuk di Kementerian Keuangan, sejumlah Badan Layanan Umum kita itu telah mendapatkan, kita beri arahan untuk tidak hanya sekadar mengejar bunga yang tinggi-tinggi."
Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada imbauan tersebut, SMV Kemenkeu tetap harus menyeimbangkan kewajiban mereka dalam menciptakan pendapatan untuk mendukung kegiatan operasional. "Nah, tapi tetap ada koridor yang perlu di-observe gitu ya," ujarnya.
Respons Gubernur BI
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan sambutan positif terhadap imbauan yang disampaikan oleh Suahasil. Ia menilai langkah ini sangat krusial dalam menghadapi persaingan suku bunga deposito yang meningkat di pasar. Destry menyatakan, "Dan juga tadi disampaikan oleh Pak Menteri bahwa kami apresiasi karena dari Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan imbauan terhadap BLU agar juga tidak jor-joran juga ya dalam kaitannya dengan permintaan suku bunga."
Destry menjelaskan bahwa kedua otoritas sepakat untuk memperhatikan fenomena suku bunga perbankan yang dipicu oleh tingginya permintaan simpanan. "Kita tahu bahwa ada fenomena tingginya suku bunga deposito di bank-bank, gitu kan ya, sehingga itu mendorong pasar uang. Kemudian kita coba melihat dan dari Menteri Keuangan juga melihat bahwa hal ini terkait dengan BLU yang dari pemerintah, tentunya ada suatu imbauan tidak untuk jor-oran dalam permintaan suku bunga," ungkapnya.