🔴 Breaking
AI: Solusi Cerdas untuk Efisiensi Industri Kelistrikan Kepala SPPG Batang Dicopot Setelah Ratusan Warga Keracunan Makanan Pemberian Keris Bersejarah kepada Wakil Dubes RI untuk Malaysia oleh UMS --- OJK Sarankan Persiapan Pensiun Sejak Awal Karir, Termasuk Pengelolaan Dana Pensiun --- Meningkatkan Sinergi, Telkom Akses Dukung Pengembangan Infrastruktur Digital Pemerintah Berikan Insentif Pajak dan Kredit untuk Sektor Furnitur Suahasil Mengimbau BUMN Kemenkeu untuk Tidak Mengejar Keuntungan dari Suku Bunga Deposito Tinggi Jaksa Agung Lakukan Rotasi 16 Pejabat Kejaksaan, Termasuk Kajari Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat Denny Indrayana Minta Diskualifikasi Gibran, Pergantian Wapres Bisa Terjadi Awal Oktober LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Usai Pembebasan Mas Bechi AI: Solusi Cerdas untuk Efisiensi Industri Kelistrikan Kepala SPPG Batang Dicopot Setelah Ratusan Warga Keracunan Makanan Pemberian Keris Bersejarah kepada Wakil Dubes RI untuk Malaysia oleh UMS --- OJK Sarankan Persiapan Pensiun Sejak Awal Karir, Termasuk Pengelolaan Dana Pensiun --- Meningkatkan Sinergi, Telkom Akses Dukung Pengembangan Infrastruktur Digital Pemerintah Berikan Insentif Pajak dan Kredit untuk Sektor Furnitur Suahasil Mengimbau BUMN Kemenkeu untuk Tidak Mengejar Keuntungan dari Suku Bunga Deposito Tinggi Jaksa Agung Lakukan Rotasi 16 Pejabat Kejaksaan, Termasuk Kajari Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat Denny Indrayana Minta Diskualifikasi Gibran, Pergantian Wapres Bisa Terjadi Awal Oktober LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Usai Pembebasan Mas Bechi
Ekonomi

Suahasil Mengimbau BUMN Kemenkeu untuk Tidak Mengejar Keuntungan dari Suku Bunga Deposito Tinggi

Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta BUMN dan BLU di bawah Kemenkeu untuk tidak agresif dalam mencari keuntungan dari suku bunga deposito tinggi, demi menjaga stabilitas likuiditas perbankan.

Fehardian Rahaja

Penulis

25 September 2026
4 kali dibaca
Menkeu Suahasil Nazara saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menkeu Suahasil Nazara saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan BUMN dan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan untuk tidak berupaya secara agresif meraih keuntungan dari suku bunga deposito yang tinggi. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (25/9/2026) dengan tujuan untuk menghindari kerusakan pada struktur suku bunga serta menjaga stabilitas likuiditas di sektor perbankan nasional.

Pentingnya Stabilitas Likuiditas

Suahasil menekankan bahwa instansi pemerintah, termasuk BLU, harus diarahkan untuk tidak hanya fokus pada pencarian imbal hasil yang tinggi dari simpanan dana. Ia menyampaikan dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, "Khusus untuk di Kementerian Keuangan, sejumlah Badan Layanan Umum kita itu telah mendapatkan, kita beri arahan untuk tidak hanya sekadar mengejar bunga yang tinggi-tinggi."

Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada imbauan tersebut, SMV Kemenkeu tetap harus menyeimbangkan kewajiban mereka dalam menciptakan pendapatan untuk mendukung kegiatan operasional. "Nah, tapi tetap ada koridor yang perlu di-observe gitu ya," ujarnya.

Respons Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan sambutan positif terhadap imbauan yang disampaikan oleh Suahasil. Ia menilai langkah ini sangat krusial dalam menghadapi persaingan suku bunga deposito yang meningkat di pasar. Destry menyatakan, "Dan juga tadi disampaikan oleh Pak Menteri bahwa kami apresiasi karena dari Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan imbauan terhadap BLU agar juga tidak jor-joran juga ya dalam kaitannya dengan permintaan suku bunga."

Destry menjelaskan bahwa kedua otoritas sepakat untuk memperhatikan fenomena suku bunga perbankan yang dipicu oleh tingginya permintaan simpanan. "Kita tahu bahwa ada fenomena tingginya suku bunga deposito di bank-bank, gitu kan ya, sehingga itu mendorong pasar uang. Kemudian kita coba melihat dan dari Menteri Keuangan juga melihat bahwa hal ini terkait dengan BLU yang dari pemerintah, tentunya ada suatu imbauan tidak untuk jor-oran dalam permintaan suku bunga," ungkapnya.

Artikel Terkait