🔴 Breaking
Ekonomi

Tingginya Biaya Kesehatan Dorong Warga China Lebih Memilih Menabung

Biaya kesehatan yang tinggi menjadi alasan utama bagi masyarakat China untuk lebih memilih menabung daripada berbelanja, terutama di daerah pedesaan.

Aditya Surya

Penulis

17 October 2026
7 kali dibaca
Warga Shanghai China di tengah cuaca buruk. (Hector RETAMAL/AFP)
Warga Shanghai China di tengah cuaca buruk. (Hector RETAMAL/AFP)

Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan bahwa tingginya biaya kesehatan menjadi salah satu penyebab mengapa masyarakat China lebih cenderung untuk menabung ketimbang mengeluarkan uang mereka. Fenomena ini sangat terlihat di wilayah pedesaan, di mana pengeluaran untuk kesehatan menyita sebagian besar dari pendapatan yang dapat dibelanjakan.

Dalam laporan terbarunya yang berjudul "Toward a New Economic Growth Model for China", IMF mencatat bahwa masyarakat pedesaan di China menghabiskan sekitar 8,7% dari pendapatan yang dapat dibelanjakan untuk biaya kesehatan. Persentase ini merupakan yang tertinggi kedua di antara 20 negara ekonomi utama yang diteliti, hanya kalah dari Amerika Serikat yang mencapai hampir 9,9%.

Perbandingan Pengeluaran Kesehatan Antara Perkotaan dan Pedesaan

Sementara itu, penduduk di daerah perkotaan mengalokasikan sekitar 5,4% dari pendapatan mereka untuk kesehatan. Posisi ini menempatkan China di urutan ketiga, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kanada. Beban biaya kesehatan ini semakin terasa jika dibandingkan dengan tingkat pendapatan masyarakat. Pada akhir tahun lalu, pendapatan yang dapat dibelanjakan per kapita di Amerika Serikat mencapai US$ 68.289, lebih dari sepuluh kali lipat pendapatan di China yang hanya sebesar 43.377 yuan atau sekitar US$ 6.400.

Di dalam negeri China sendiri, terdapat perbedaan mencolok antara pendapatan masyarakat perkotaan dan pedesaan. Data resmi dari Wind Information menunjukkan bahwa pendapatan yang dapat dibelanjakan di perkotaan mencapai 56.502 yuan, yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendapatan penduduk pedesaan yang hanya 24.456 yuan. Kesenjangan ini, ditambah dengan tingginya biaya kesehatan, membuat masyarakat pedesaan menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar. Wilayah pedesaan di China baru dinyatakan keluar dari kemiskinan ekstrem pada tahun 2020.

Peningkatan Belanja Kesehatan untuk Mendorong Konsumsi

IMF berpendapat bahwa peningkatan belanja pemerintah untuk layanan kesehatan dan jaminan sosial di daerah pedesaan dapat membantu menurunkan tingkat tabungan rumah tangga. Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisis yang dilakukan di tingkat prefektur. "Belanja sosial China rendah dibandingkan negara-negara lain, dan peningkatan belanja tersebut akan mendorong konsumsi," tulis ekonom Divisi Asia Utara Departemen Asia dan Pasifik IMF, Yizhi Xu, bersama Wakil Perwakilan Residen IMF di Beijing, Fan Zhang.

Penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat tabungan berdasarkan status tempat tinggal. Pekerja dari pedesaan yang bekerja di kota-kota memiliki tingkat tabungan sekitar 14%, sedangkan masyarakat perkotaan dengan hak domisili atau hukou mencatatkan tingkat tabungan sekitar 6%. Status hukou perkotaan memberikan akses yang lebih besar terhadap manfaat kesejahteraan sosial dibandingkan pekerja migran dari pedesaan, yang menjadi salah satu isu yang diangkat dalam kajian IMF.

Selain biaya kesehatan, penurunan harga rumah dalam beberapa tahun terakhir juga dianggap berkontribusi terhadap rendahnya konsumsi rumah tangga di China. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih memilih menabung di tengah ketidakpastian ekonomi. "Penurunan harga rumah dalam beberapa tahun terakhir terus membebani konsumsi dan berkontribusi terhadap tingginya tabungan rumah tangga," tulis Xu dan Zhang dalam laporan tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan masyarakat untuk menahan belanja tidak hanya terkait dengan tingkat pendapatan, tetapi juga dengan kebutuhan untuk membiayai kesehatan dan mendapatkan perlindungan sosial. IMF menilai bahwa peningkatan belanja pemerintah untuk kesehatan dan jaminan sosial, terutama di daerah pedesaan, berpotensi mengurangi kebutuhan rumah tangga untuk menabung sebagai cadangan menghadapi pengeluaran tak terduga. Dengan berkurangnya beban tersebut, diharapkan masyarakat dapat memiliki lebih banyak ruang untuk membelanjakan pendapatannya, sehingga peningkatan konsumsi rumah tangga menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong perubahan model pertumbuhan ekonomi China.

Artikel Terkait