🔴 Breaking
Kesehatan

Wabah Ebola Kembali Muncul di Kongo, 65 Orang Meninggal Dunia

Wabah Ebola kembali terdeteksi di provinsi Ituri, Kongo, dengan 246 kasus yang dicurigai dan 65 kematian yang dilaporkan. Negara tetangga, Uganda, juga melaporkan satu kematian terkait virus ini.

Aditya Surya

Penulis

16 May 2026
12 kali dibaca
Wabah Ebola Kembali Muncul di Kongo, 65 Orang Meninggal Dunia
Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul

Wabah Ebola kembali muncul di Afrika, khususnya di provinsi terpencil Ituri, Kongo. Pada hari Jumat, badan kesehatan setempat mengumumkan adanya wabah baru dengan 246 kasus yang dicurigai dan 65 kematian yang telah tercatat hingga saat ini.

Kematian dan kasus yang dicurigai mayoritas terjadi di zona kesehatan Mongwalu dan Rwampara, menurut pernyataan dari Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC). Dari total kematian tersebut, empat di antaranya telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Penularan dan Karakteristik Virus Ebola

Ebola merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat ditularkan melalui cairan tubuh seperti muntahan, darah, atau air mani. Meskipun tergolong langka, penyakit ini sangat parah dan sering kali berujung pada kematian. Para ilmuwan saat ini masih berusaha untuk mengidentifikasi virus yang menyebabkan wabah terbaru di Kongo. Virus Ebola, yang dikenal sebagai strain Ebola Zaire, sebelumnya menjadi penyebab utama wabah di wilayah tersebut. Namun, hasil awal menunjukkan kemungkinan adanya varian lain, dan proses pengurutan genetik masih berlangsung untuk memastikan hal ini, menurut Africa CDC.

Respon Kesehatan dan Penanganan di Uganda

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyakit Ebola disebabkan oleh sekelompok virus, di mana tiga di antaranya dapat menyebabkan wabah besar, yaitu virus Ebola, virus Sudan, dan virus Bundibugyo. Pada hari Jumat, Uganda melaporkan satu kasus Ebola yang melibatkan seorang pria dari Kongo yang dirawat di rumah sakit di Kampala tiga hari sebelum meninggal. Kementerian Kesehatan Uganda mengungkapkan bahwa pasien tersebut baru menjalani tes setelah meninggal, menyusul konfirmasi wabah di Kongo. Semua individu yang berinteraksi dengan pria tersebut telah dikarantina, dan jenazahnya telah dipulangkan ke Kongo. Kementerian juga menyatakan bahwa pasien terinfeksi virus Bundibugyo, salah satu varian Ebola yang endemik di Uganda.

WHO sebelumnya menyatakan bahwa Kongo memiliki stok pengobatan dan sekitar 2.000 dosis vaksin Ebola Ervebo. Vaksin ini efektif melawan strain Ebola Zaire, namun tidak efektif terhadap virus Sudan dan Bundibugyo. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menginformasikan bahwa tim telah dikirim untuk membantu Kongo dalam menyelidiki wabah ini dan mengumpulkan sampel. Meskipun hasil awal belum mengonfirmasi adanya Ebola, analisis terbaru akhirnya memastikan keberadaan penyakit tersebut.

"Kongo memiliki rekam jejak yang kuat dalam respons dan pengendalian Ebola," ungkap Tedros, menambahkan bahwa WHO akan menyediakan dana sebesar 500 ribu dolar AS untuk mendukung penanganan wabah di Kongo.

Artikel Terkait