🔴 Breaking
Ekonomi

Prabowo Apresiasi Inovasi Energi dari Limbah Pertanian oleh Polri

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa senangnya atas inovasi Polri dalam mengolah limbah pertanian menjadi sumber energi, seperti tongkol jagung yang dijadikan briket.

Sabina Almira

Penulis

16 May 2026
13 kali dibaca
Prabowo Apresiasi Inovasi Energi dari Limbah Pertanian oleh Polri
Presiden Prabowo saat Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri. (Foto: tangkapan layar Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebahagiaannya terhadap inovasi yang dilakukan oleh tim kepolisian dalam memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber energi. Salah satu contohnya adalah pengolahan tongkol jagung menjadi briket dan arang yang dapat digunakan sebagai pupuk.

Apresiasi ini disampaikan Prabowo saat memulai prosesi panen raya jagung untuk kuartal II tahun 2026 di lahan pertanian yang dikelola oleh Polri. Acara tersebut berlangsung bersamaan dengan pembangunan sepuluh gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 16 Mei 2026.

Inovasi yang Menjadi Solusi Energi

Prabowo menilai inovasi yang dilakukan oleh Polri merupakan salah satu solusi untuk mengatasi krisis energi yang sedang melanda. "Saya gembira, bukan saya pura-pura. Saya lega, karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya di kasih tahu, pak, tenang, kita bikin briket, arang dari tongkol jagung. Tadinya dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi. Saya setuju, miracle ini," ujarnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Polri, yang selama ini sering mendapatkan kritik. "Terimakasih polisi. Polisi RI, kalian sering dicaci maki. Tapi sekarang kalian buktikan, di tengah krisis, Indonesia punya putra/putri yang inovatif, yang tidak kenal menyerah, berani mencari ilmu," tambahnya.

Dukungan untuk Koperasi Desa

Prabowo mendorong agar produk olahan limbah pertanian ini dapat dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). "Kita baru resmikan Koperasi Desa Merah Putih. Nanti ini bisa dimanfaatkan. Koperasi Merah Putih bisa menyalurkan arang briket, bisa juga nanti nyalurkan pupuk dari batu bara, dan sebagainya," jelasnya.

Dia menekankan pentingnya menyediakan bahan yang dibutuhkan masyarakat dengan harga terjangkau. "Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat, dengan harga semurah-murahnya. Supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kualitas hidupnya lebih baik," ungkap Prabowo.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prabowo juga meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang siap beroperasi. Acara peresmian ini berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebelum Presiden melanjutkan perjalanan ke Tuban.

Dia menyatakan bahwa peresmian ini merupakan tonggak sejarah, mengingat 1.061 koperasi yang diresmikan telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. "Secara fisik, gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada. Ada truk, pick up, kendaraan tiga roda. Saya kira hari ini cukup penting," tuturnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa awalnya ada sekitar 1.300 unit KDKMP yang dipersiapkan untuk diresmikan, namun setelah evaluasi, dipilih 1.061 koperasi yang sudah siap beroperasi. "Intinya adalah, bahwa kita mendirikan mulai dari konsep sampai terwujud kurang dari 1 tahun. Pembangunan fisik saja dimulainya kurang lebih November 2025. Sampai sekarang berarti 7 bulan," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa dalam waktu tujuh bulan, mereka berhasil mengoperasionalkan 1.061 koperasi. "Tetapi, tadi dilaporkan Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap lebih dari 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia," tuturnya.

Target Pembangunan Koperasi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 unit Koperasi Desa Merah Putih dapat diresmikan sebelum 17 Agustus 2026. "Pemerintah menargetkan 30.000 unit lebih KDKMP selesai dibangun dan beroperasi penuh hingga 16 Agustus mendatang," katanya.

Dia melaporkan bahwa saat ini terdapat 9.294 KDKMP yang bangunan fisiknya telah rampung, dan jumlah tersebut dapat meningkat hingga 150-200 unit setiap harinya. "Untuk memastikan koperasi berjalan dengan baik, pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia. Saat ini sedang dilakukan rekrutmen 30.000 manajer KDKMP, sedang proses seleksi," tuturnya.

Artikel Terkait