PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa tidak terjadi pengurangan kuota BBM di Jember. Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disebabkan oleh penyesuaian pola distribusi yang dipengaruhi oleh dinamika global.
Di Kabupaten Jember, antrean panjang kendaraan terlihat kembali, meskipun tidak separah krisis yang terjadi sebelumnya. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi SPBU akibat kelangkaan di tingkat eceran. Hal ini berdampak langsung pada pekerja lapangan, termasuk pengemudi ojek online (ojol). Mahfud, seorang pengemudi ojol, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya saat mencari BBM. "Saya cari bensin di eceran ternyata sudah habis semua. Terpaksa antre panjang di SPBU, ini saja sudah lebih dari 40 menit," ujarnya pada Sabtu (17/10/2026).
Mahfud juga menambahkan bahwa durasi antrean tersebut mengganggu produktivitasnya. "Memang harganya tidak naik, tapi waktu kita untuk kerja jadi tertunda. Sebagai penarik ojol, motor dan BBM itu urat nadi kami. Saya harap ini segera teratasi," keluhnya.
Pernyataan Pertamina Terkait Antrean
Menanggapi kepanikan yang melanda masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memberikan klarifikasi. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa fenomena antrean ini bukan disebabkan oleh pengurangan kuota BBM, melainkan akibat penyesuaian pola distribusi yang dipengaruhi oleh dinamika global. Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik dunia mengakibatkan pergeseran jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal tanker yang membawa pasokan BBM. "Saya tekankan tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusi terkait jadwal ketibaan kapal tanker akibat konflik geopolitik yang berkepanjangan," tegasnya.
Penyesuaian jadwal ini berdampak pada pengiriman BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi, Banyuwangi, terutama untuk kawasan selatan Jember yang memiliki jarak geografis yang cukup jauh. Meskipun demikian, Pertamina memastikan bahwa stok nasional tetap dalam kondisi aman dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan.
Langkah Pemerintah dan Pertamina
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membeli BBM dari pengecer tidak resmi yang berpotensi mematok harga jauh lebih tinggi, serta diminta untuk cermat dalam memilih informasi di media sosial agar tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan. Untuk mencegah kemacetan di sekitar SPBU, Pertamina telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan Satlantas Polres Jember untuk mengatur arus kendaraan.
Pemerintah Kabupaten Jember juga mengambil langkah responsif dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember mulai Jumat (16/10/2026). Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan, "Langkah ini kita ambil untuk menekan efisiensi mobilitas harian sekaligus mengurangi beban konsumsi BBM di tingkat daerah hingga jalur distribusi kembali pulih sepenuhnya."