Jakarta - Gangguan kesehatan yang dikenal sebagai penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi keluhan umum, terutama di kalangan generasi muda. Gejala yang sering muncul di area dada membuat banyak orang bertanya-tanya apakah kondisi ini berkaitan dengan penyakit jantung. Banyak yang berpendapat bahwa GERD dan serangan jantung memiliki hubungan yang saling terkait. Beberapa waktu lalu, dokter spesialis jantung merasa terganggu karena penjelasan mereka mengenai hubungan antara GERD dan serangan jantung ditentang oleh netizen yang meyakini bahwa GERD dapat memicu serangan jantung.
Keterkaitan Antara GERD dan Penyakit Jantung
Mengenai hubungan antara kedua kondisi ini, dr. Maya Munigar Apandi, SpJP(K), menjelaskan bahwa GERD dan penyakit jantung adalah dua entitas yang berbeda dan tidak memiliki hubungan langsung secara medis. Namun, ada kemungkinan keduanya dapat saling terkait secara tidak langsung. "Si sumber stresnya itu, misalnya GERD-nya disebutkan (karena) stres, dia tentu bisa menjadi salah satu penyebab keluhan-keluhan (penyakit jantung) tersebut," ungkap dr. Maya saat ditemui.
Menurut dr. Maya, baik GERD maupun serangan jantung dapat dipicu oleh faktor yang sama, yaitu stres yang berkepanjangan. Oleh karena itu, dalam beberapa situasi, gejala serangan jantung dapat menyerupai gejala GERD. Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi asam lambung secara signifikan. Asam lambung yang berlebihan ini dapat naik ke atas (refluks) dan menyebabkan berbagai keluhan seperti nyeri di ulu hati, sensasi panas di dada (heartburn), mual, muntah, hingga ketidaknyamanan di tenggorokan yang dikenal sebagai Laryngopharyngeal Reflux (LPR).
Gejala Serangan Jantung yang Mirip GERD
Meskipun GERD secara umum tidak merusak jantung, faktor stres yang memicu gangguan lambung tersebut juga dapat menyebabkan keluhan pada sistem kardiovaskular. Hal yang paling berbahaya adalah ketika serangan jantung disalahartikan sebagai GERD karena kesamaan gejalanya. Menurut dr. Maya, keluhan yang mirip dengan asam lambung ini dapat terjadi tergantung pada lokasi pembuluh darah jantung yang bermasalah. Serangan yang terjadi di sisi kiri jantung biasanya menimbulkan gejala klasik seperti nyeri di dada sebelah kiri, yang terasa seperti ada beban berat, dan nyeri yang menjalar.
Sementara itu, serangan jantung yang terjadi di sisi kanan atau bagian bawah dapat muncul jika ada sumbatan pada pembuluh darah bagian kanan, inferior (bawah), atau posterior (belakang). Gejala ini cenderung berpusat pada area ulu hati karena letak anatominya yang berdekatan dengan lambung. Kondisi ini yang membuat serangan jantung sering kali menunjukkan gejala yang identik dengan keluhan GERD.
Dengan memahami perbedaan dan keterkaitan antara GERD dan serangan jantung, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan tidak salah dalam mengidentifikasi gejala yang muncul.