🔴 Breaking
CXMT Menggeser Tencent Sebagai Perusahaan Terbesar di China Setelah IPO --- Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT Kini Dikirim Gratis Menggunakan Kapal --- YouTube Perketat Aturan Monetisasi untuk Kreator Baru Minuman yang Perlu Dibatasi untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Pemulihan Layanan Vital Pasca Gempa NTT oleh Pemerintah dan BUMN Jaringan Internasional Olah Emas Ilegal, Potensi Kerugian Hampir Rp 3 Triliun Per Bulan Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat CXMT Menggeser Tencent Sebagai Perusahaan Terbesar di China Setelah IPO --- Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT Kini Dikirim Gratis Menggunakan Kapal --- YouTube Perketat Aturan Monetisasi untuk Kreator Baru Minuman yang Perlu Dibatasi untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Pemulihan Layanan Vital Pasca Gempa NTT oleh Pemerintah dan BUMN Jaringan Internasional Olah Emas Ilegal, Potensi Kerugian Hampir Rp 3 Triliun Per Bulan Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat
Teknologi

CXMT Menggeser Tencent Sebagai Perusahaan Terbesar di China Setelah IPO

CXMT, produsen chip memori asal China, telah berhasil melampaui Tencent dalam hal nilai pasar hanya 17 hari setelah IPO, menjadikannya perusahaan paling bernilai di negara tersebut.

Sabina Almira

Penulis

16 August 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi memori RAM CXMT.
Ilustrasi memori RAM CXMT.

Produsen chip memori asal China, CXMT (ChangXin Memory Technologies), berhasil mengungguli Tencent, raksasa teknologi, dan menjadi perusahaan dengan nilai pasar tertinggi di China pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pencapaian ini cukup mengejutkan, mengingat CXMT baru saja melantai di bursa saham Shanghai pada 27 Juli 2026. Dalam waktu singkat, hanya 17 hari setelah penawaran saham perdana (IPO), nilai pasar CXMT telah mencapai sekitar 524 miliar dollar AS (sekitar Rp 9.342 triliun), melebihi Tencent yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 510 miliar dollar AS (sekitar Rp 9.092 triliun), berdasarkan informasi dari Tomshardware.

Posisi CXMT yang lebih tinggi dari Tencent terjadi setelah kedua saham mengalami penurunan pada hari yang sama. Saham Tencent mengalami penurunan lebih dalam setelah perusahaan tersebut mengumumkan peningkatan belanja untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, saham CXMT melonjak 466 persen saat pertama kali diperdagangkan. Melalui IPO tersebut, CXMT berhasil mengumpulkan dana sekitar 8,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 153 triliun), dengan permintaan dari investor ritel mencapai 212 kali lipat.

Peluang dari Kecerdasan Buatan

CXMT merupakan produsen DRAM (Dynamic Random-Access Memory), jenis chip memori yang banyak digunakan dalam komputer dan server. Saat ini, permintaan terhadap DRAM meningkat pesat seiring dengan banyaknya perusahaan teknologi yang berlomba-lomba membangun infrastruktur untuk AI. Hal ini memberikan peluang besar bagi CXMT. Perusahaan yang berbasis di China ini mulai meraih keuntungan dari kontrak pasokan DRAM server kepada beberapa perusahaan teknologi besar.

Pada bulan Juni, CXMT dilaporkan telah menandatangani kesepakatan senilai 3 miliar dollar AS (sekitar Rp 53 triliun) dengan Tencent untuk pasokan DRAM server. Sebulan setelahnya, CXMT kembali mendapatkan kontrak dari ByteDance dengan nilai lebih dari 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 124 triliun) untuk periode lima tahun. Dari berbagai kontrak yang ada, produk server CXMT menyumbang 8,4 persen dari total pendapatan perusahaan pada tahun 2024, dan angka tersebut meningkat menjadi 26,5 persen pada tahun 2025.

Ambisi untuk Meningkatkan Pangsa Pasar

Berdasarkan data penjualan dalam prospektus IPO, CXMT menguasai sekitar 7,67 persen pasar DRAM global pada tahun 2025. Perusahaan ini juga mencatatkan laba operasional sebesar 35,43 miliar yuan (sekitar Rp 93,7 triliun) pada kuartal pertama tahun 2026, sementara pada tahun sebelumnya, perusahaan mengalami kerugian operasional sebesar 2,83 miliar yuan (sekitar Rp 7,48 triliun).

Walaupun nilai pasar CXMT telah melampaui Tencent, perusahaan ini masih belum dapat dikategorikan sebagai pemain terbesar dalam industri DRAM global, jika dibandingkan dengan Micron dan SK Hynix. Kapitalisasi pasar CXMT yang mencapai 524 miliar dollar AS (sekitar Rp 9.342 triliun) masih sekitar setengah dari Micron yang bernilai 1 triliun dollar AS (sekitar Rp 17,82 kuadriliun) dan sekitar 60 persen dari SK Hynix yang mencapai 880 miliar dollar AS (sekitar Rp 15,68 kuadriliun). CXMT memiliki ambisi untuk meraih pangsa pasar DRAM global sebesar 30 persen pada tahun 2030 dan berencana membangun fasilitas produksi skala besar keenam. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam pengembangan chip, terutama karena belum memiliki peralatan litografi EUV yang digunakan oleh para pesaingnya.

Artikel Terkait