🔴 Breaking
Putin Sebut Elon Musk sebagai Jenius Sejati dalam Konteks Persaingan Satelit Klarifikasi BGN Terkait Insentif Rp 1 Triliun untuk Pemda dalam Program MBG --- Bantuan Bedah Rumah Kini Juga untuk Warga Kontrakan --- Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja Putin Sebut Elon Musk sebagai Jenius Sejati dalam Konteks Persaingan Satelit Klarifikasi BGN Terkait Insentif Rp 1 Triliun untuk Pemda dalam Program MBG --- Bantuan Bedah Rumah Kini Juga untuk Warga Kontrakan --- Elon Musk: Menabung untuk Masa Depan di Era Kecerdasan Buatan Tidak Berguna Kehamilan Pertama Dr. Gia Pratama Setelah Delapan Tahun Menanti Yayasan Al Abidin Selenggarakan Kajian untuk Meningkatkan Etos Kerja Berbasis Islam Mengungkap Alasan di Balik Penghilangan Lantai 13 pada Gedung Tinggi Nvidia: Jerman, Jepang, dan China Dominasi Sektor Manufaktur Global, AS Tersisih Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme: Proses Fermentasi yang Ramah Lingkungan Tantangan Pengangguran di India: Penurunan Angka Tidak Berarti Peningkatan Kesempatan Kerja
Kesehatan

Klarifikasi BGN Terkait Insentif Rp 1 Triliun untuk Pemda dalam Program MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan mengenai informasi yang beredar tentang alokasi Rp 1 triliun untuk Pemerintah Daerah yang sukses dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sabina Almira

Penulis

01 November 2026
8 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengoreksi berita yang menyatakan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menerapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa alokasi tersebut ditujukan sebagai insentif fiskal bagi daerah yang berhasil menjalankan program tersebut.

Menanggapi informasi tersebut, Juru Bicara BGN, Ariandi Putra, menjelaskan bahwa dana Rp 1 triliun bukanlah anggaran yang secara khusus disediakan sebagai hadiah untuk program MBG. "Sebagaimana telah dijelaskan Kepala Badan Gizi Nasional, insentif fiskal merupakan mekanisme apresiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja dan prestasi," ungkap Ariandi melalui akun Instagram resmi BGN.

Indikator Penilaian untuk Insentif

Ariandi menambahkan bahwa terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk menilai prestasi pemerintah daerah dalam mendapatkan insentif tersebut. Indikator tersebut meliputi keberhasilan dalam pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan dan stunting, pengurangan tingkat pengangguran, serta inovasi dalam pembiayaan daerah. Selain itu, pada tahun 2027, dukungan dan partisipasi aktif Pemda dalam program MBG akan menjadi salah satu indikator tambahan dalam penilaian.

MBG Bukan Satu-Satunya Indikator

"Artinya, MBG bukan satu-satunya indikator yang menentukan pemberian insentif," jelas Ariandi. Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa insentif fiskal yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga mencakup berbagai aspek kinerja daerah lainnya.

Artikel Terkait