Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan komitmennya untuk memberikan data yang akurat kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan data tersebut akan dilakukan secara lebih intensif.
Pernyataan ini disampaikan Luhut setelah ia melakukan pertemuan dengan Prabowo, dihadiri oleh beberapa anggota DEN dan sejumlah menteri, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. "Saya lapor Presiden, kami akan men-feeding Presiden dengan data-data yang akurat," ungkap Luhut pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Dia menambahkan bahwa dengan adanya data yang tepat, proses pengambilan keputusan oleh Presiden dapat dilakukan dengan lebih baik. "Karena dengan data ini saya kira proses pengambilan keputusan akan bisa jauh lebih akurat," lanjutnya.
Frekuensi Penyerahan Data yang Lebih Tinggi
Luhut juga menyampaikan rencananya untuk menyetorkan data kepada Presiden Prabowo dengan frekuensi yang lebih tinggi. Data yang sesuai dengan perkembangan terkini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Dia menekankan pentingnya laporan data yang diterima oleh Kepala Negara agar selalu aktual dan akurat. "Dewan Ekonomi juga saya minta terakhir tadi kepada Presiden, kiranya kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing pada Presiden sehingga dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang, Presiden ter-upgrade dengan data-data yang apa yang update betul," jelasnya.
Rekomendasi DEN untuk Menghadapi Tantangan Ekonomi
Sebelumnya, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, menjaga stabilitas pangan, serta melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rekomendasi ini disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menegaskan bahwa pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem. Fenomena El Nino diperkirakan akan berlangsung hingga kuartal pertama 2027, dan kemungkinan akan diikuti oleh La Nina pada pertengahan tahun depan. Mari menekankan pentingnya pemanfaatan data dan prakiraan cuaca untuk memetakan wilayah yang berisiko mengalami kekeringan, banjir, dan bencana lainnya.
Dia menambahkan, "Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana."
Selain itu, DEN juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Pemerintah didorong untuk memastikan kecukupan stok cadangan pangan, terutama beras, serta memperkuat distribusi untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
DEN juga merekomendasikan agar pemerintah menyiapkan intervensi pasar jika terjadi gejolak harga, mengingat bahwa El Nino seringkali diikuti oleh kenaikan harga pangan akibat terganggunya produksi pertanian. "Dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bila mana diperlukan. Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan. Dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi," tutup Mari.