Meta Inc. telah menyiapkan rencana khusus terkait saham untuk CEO Mark Zuckerberg di tengah ancaman usulan pajak kekayaan miliarder yang sedang dibahas di California, Amerika Serikat. Melalui skema ini, Zuckerberg akan memiliki kesempatan untuk menjual sebagian dari saham baru yang diterimanya guna memenuhi kemungkinan kewajiban pajak yang dapat mencapai miliaran dolar AS. Sebagai bagian dari kesepakatan, Zuckerberg juga berkomitmen untuk tetap berada di California atau di lokasi kantor pusat Meta selama delapan tahun ke depan.
Kesepakatan ini berkaitan dengan usulan pajak kekayaan miliarder yang dikenal sebagai Proposition 40, yang mengusulkan pajak satu kali sebesar 5 persen atas kekayaan miliarder. Rencana ini dijadwalkan untuk diputuskan melalui pemungutan suara pada bulan depan. Pengumuman mengenai kesepakatan ini dilakukan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Meta menilai keberadaan Zuckerberg dalam kepemimpinan dan operasional perusahaan dari kantor pusat di California sangat penting, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor kecerdasan buatan (AI).
Rincian Skema Saham untuk Zuckerberg
Dalam kesepakatan tersebut, Zuckerberg akan mendapatkan saham Kelas C yang tidak memiliki hak suara. Saham ini dapat dijual untuk membantu membayar potensi kewajiban pajak jika usulan pajak miliarder California disetujui. Zuckerberg diizinkan untuk menjual 20 persen dari saham Kelas C baru yang diterimanya, yang setara dengan 10 persen dari total kepemilikan ekonominya di Meta. Dengan cara ini, Zuckerberg dapat mengumpulkan dana untuk membayar pajak tanpa kehilangan kontrol suara atas perusahaan yang didirikannya.
Menurut laporan Forbes, kekayaan bersih Zuckerberg mencapai 239,3 miliar dolar AS. Dengan jumlah kekayaan tersebut, potensi kewajiban pajak yang timbul dari usulan kebijakan California dapat mencapai miliaran dolar. Selain kesepakatan khusus untuk Zuckerberg, Meta juga mengumumkan rencana rekapitalisasi saham tanpa hak suara. Mulai 19 Januari 2027, pemegang saham akan menerima satu saham Kelas C untuk setiap saham Kelas A dan Kelas B yang mereka miliki. Meta berencana untuk menjual saham-saham tersebut secara bertahap, dan dana yang diperoleh akan digunakan untuk berbagai keperluan perusahaan, termasuk penggalangan modal, kompensasi karyawan, dan akuisisi.
Kontroversi Pajak Kekayaan Miliarder
Usulan pajak kekayaan miliarder di California telah memicu perdebatan mengenai dampaknya terhadap penerimaan negara bagian dan keberadaan para pengusaha kaya. Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ro Khanna, mendukung usulan tersebut sebagai langkah untuk memperbarui sistem perpajakan di tengah konsentrasi kekayaan yang semakin meningkat. Sementara itu, Senator AS Bernie Sanders berpendapat bahwa pajak kekayaan miliarder sebesar 5 persen dapat membantu mempertahankan jaminan kesehatan bagi sekitar 3 juta penduduk. Sanders juga menyoroti besarnya dana yang telah dikeluarkan oleh para miliarder untuk menentang kebijakan tersebut.
Di sisi lain, ekonom Peter Schiff memperingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi mendorong para pengusaha kaya untuk meninggalkan California, yang dapat mengurangi basis pajak negara bagian. Di tengah perdebatan ini, Meta juga menghadapi kebutuhan investasi besar untuk mengembangkan teknologi AI.