Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah berencana untuk mendorong kinerja ekspor di seluruh sektor, termasuk manufaktur. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin malam.
"Kami membahas bagaimana caranya untuk meningkatkan ekspor. Jadi, ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor, termasuk manufaktur," ungkap Airlangga. Ia juga menjelaskan bahwa hambatan-hambatan yang mengganggu ekspor akan diatasi melalui kanal debottlenecking yang berada di Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3M-PPE). "Sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui Satgas," tambahnya.
Proses Sidang Debottlenecking
Kanal Debottlenecking sendiri telah melaksanakan 14 kali sidang terbuka yang diadakan di Kantor Kementerian Keuangan. Sidang terakhir yang dilakukan kanal ini berlangsung pada 26 Agustus 2028, yang dipimpin oleh mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, setelah Purbaya dicopot dari jabatannya oleh Prabowo pada 14 September 2026 dan digantikan oleh Suahasil Nazara, Kementerian Keuangan belum melanjutkan sidang kanal debottlenecking.
Peran Satgas P3M-PPE dalam Ekonomi
Menurut siaran pers Kementerian Keuangan, Satgas P3M-PPE menjadi salah satu alat yang digunakan oleh dunia usaha untuk menyampaikan berbagai kendala dan hambatan dalam kegiatan ekonomi. Hingga 26 Agustus 2026, tercatat 174 aduan telah disampaikan. Semua aduan tersebut terus ditindaklanjuti melalui sidang terbuka maupun rapat koordinasi tingkat Eselon I atau II, dengan beberapa di antaranya telah berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.