KAI akan melakukan penyesuaian pola perjalanan serta jadwal kereta api jarak jauh yang akan berlaku mulai Desember 2026. Perubahan ini merupakan bagian dari penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026, yang mencakup penyesuaian jadwal keberangkatan dan pola perjalanan, termasuk penambahan beberapa stasiun pemberhentian pada rute tertentu.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan, "Melalui GAPEKA 2026, KAI menyesuaikan pola perjalanan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penambahan stasiun pemberhentian pada sejumlah layanan." Menjelang penerapan jadwal baru, KAI telah membuka pemesanan tiket untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026, di mana calon penumpang akan mendapatkan jadwal yang diperbarui.
Mempermudah Akses bagi Penumpang
Anne menjelaskan bahwa penambahan stasiun pemberhentian bertujuan untuk mempermudah pengguna kereta api. "Pelanggan memiliki lebih banyak pilihan untuk naik dan turun di stasiun yang lebih dekat dengan tempat tinggal atau tujuan perjalanannya,” ungkapnya. Penambahan stasiun ini diharapkan dapat mendukung mobilitas antar kota dan kawasan aglomerasi, serta membuka peluang pertumbuhan dalam aktivitas perdagangan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat di sekitar stasiun.
Anne juga mengimbau kepada pelanggan untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan, tanggal perjalanan, serta stasiun asal dan tujuan melalui aplikasi Access by KAI. "Pastikan seluruh informasi pada tiket sudah sesuai sebelum berangkat,” tuturnya.
Pemasangan Portal Otomatis untuk Keamanan
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan untuk memasang portal otomatis di 1.404 jalan perlintasan langsung (JPL) hingga tahun 2027. Program ini, yang memiliki anggaran sebesar Rp 1,1 triliun, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa pemasangan portal otomatis terus dilakukan di berbagai titik perlintasan. "Target kami itu di tahun 2027 itu 1.404 JPL ini akan dipasang portal otomatis semua," ungkap Bobby. Program ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk memastikan keamanan masyarakat serta mendukung kelancaran perjalanan kereta api.
Menurut Bobby, pemasangan portal otomatis masih berlangsung di berbagai lokasi, dan dalam waktu dekat, 190 JPL akan mulai dioperasikan setelah proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar selesai dilakukan. Namun, pelaksanaan program ini menghadapi beberapa kendala, terutama terkait dengan keberadaan masyarakat yang selama ini menjaga perlintasan sebidang secara swadaya.
Bobby menambahkan, "Terus terang hambatannya itu masyarakatnya, terutama JPL ini yang dioperasikan dari swadaya karena mereka memungut (uang) ketika ada yang melintas dan ini terus kami sosialisasikan." KAI berharap dengan adanya pemasangan portal otomatis, keamanan di perlintasan sebidang dapat meningkat, sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.