🔴 Breaking
Teknologi

Robot Humanoid dari China Berhasil Lakukan Operasi Bedah Pertama di Dunia

Robot humanoid kini tidak hanya digunakan dalam industri, tetapi juga telah berhasil membantu dalam prosedur bedah di ruang operasi. Robot Unitree G1 dari China mencatatkan prestasi sebagai yang perta...

Sekar Wangi

Penulis

22 July 2026
15 kali dibaca
Robot Humanoid dari China Berhasil Lakukan Operasi Bedah Pertama di Dunia
Sumber gambar: tekno.kompas.com

Robot humanoid selama ini lebih dikenal karena kemampuan mereka dalam berlari, menari, atau membantu di pabrik. Namun, kini penggunaannya telah berkembang ke bidang yang lebih kompleks, yaitu ruang operasi. Menariknya, robot yang dimaksud bukanlah produk dari perusahaan teknologi kesehatan terkemuka, melainkan robot humanoid serbaguna (general-purpose humanoid) buatan China, Unitree G1. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, robot Unitree G1 berhasil membantu dalam melakukan operasi invasif minimal pada hewan hidup.

Pencapaian ini dianggap sebagai demonstrasi praklinis pertama di dunia yang menunjukkan bahwa robot humanoid serbaguna dapat melakukan prosedur bedah pada makhluk hidup. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of California San Diego (UC San Diego) dengan menggunakan dua unit robot Unitree G1.

Prosedur Operasi yang Dilakukan

Kedua robot tersebut digunakan untuk melaksanakan dua prosedur pengangkatan kantong empedu (laparoskopi) pada babi hidup. Meskipun terlibat dalam operasi, robot Unitree G1 tidak beroperasi secara mandiri. Semua gerakan diatur oleh ahli bedah melalui sistem teleoperasi, yang memungkinkan pergerakan tangan operator ditransfer ke gerakan robot dengan akurasi dari jarak jauh. Dalam salah satu prosedur, satu robot bekerja sama dengan seorang ahli bedah manusia, sementara pada percobaan lainnya, dua robot humanoid berkolaborasi untuk menyelesaikan operasi.

Inovasi dalam Dunia Robot Bedah

Keberhasilan Unitree G1 dalam membantu operasi ini menjadi menarik bukan hanya karena kemampuannya, tetapi juga jenis robot yang digunakan. Selama ini, robot yang terlibat dalam operasi biasanya adalah sistem bedah khusus seperti da Vinci Surgical System, yang dirancang khusus untuk keperluan medis dan harganya bisa lebih dari 1 juta dollar AS (sekitar Rp 17 juta). Sebaliknya, Unitree G1 adalah robot humanoid serbaguna yang awalnya dikembangkan untuk berbagai penelitian dan pengembangan teknologi.

Penulis utama penelitian, Lucas Zekai Liang, menyatakan bahwa tim memilih Unitree G1 karena robot ini merupakan salah satu robot humanoid komersial yang paling mudah diakses saat penelitian dimulai. Fokus dari penelitian ini bukan pada merek robot tertentu, melainkan untuk menunjukkan bahwa bentuk robot humanoid dapat menjadi platform yang layak untuk prosedur bedah.

Keberhasilan Unitree G1 dalam melakukan operasi pada babi hidup dipandang sebagai potensi untuk mengubah arah industri robot bedah, yang selama ini didominasi oleh perangkat medis khusus dengan harga yang sangat tinggi. Unitree G1 dijual dengan harga sekitar 13.500 dollar AS (sekitar Rp 241 juta), jauh lebih terjangkau dibandingkan robot bedah konvensional yang bisa mencapai lebih dari 1 juta dollar AS.

Perbedaan harga ini membuka peluang bagi teknologi robot bedah di masa depan untuk lebih mudah diakses oleh banyak rumah sakit jika pendekatan serupa terus dikembangkan. Data dari Administrasi Umum Bea Cukai China menunjukkan bahwa industri robot bedah di negara tersebut tengah berkembang pesat.

Artikel Terkait