Jakarta - Apakah Anda pernah merasakan tinggi badan Anda berkurang seiring bertambahnya usia? Banyak orang menganggap hal ini sebagai bagian dari proses penuaan yang normal. Namun, penurunan tinggi badan juga bisa menjadi tanda adanya osteoporosis atau kondisi tulang keropos.
Osteoporosis adalah suatu kondisi di mana kepadatan dan kekuatan tulang menurun, sehingga tulang menjadi lebih rentan dan mudah patah. Penyakit ini sering disebut sebagai silent disease karena gejalanya tidak terlihat hingga terjadi patah tulang. Menurut dr Wijaya Johanes Chandra, SpOT Subsp. PL(K), seorang spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari Siloam Hospitals TB Simatupang, tinggi badan seseorang secara struktural ditentukan oleh panjang tulang tungkai dan susunan tulang belakang.
Penyebab Penurunan Tinggi Badan
“Secara anatomi, tulang belakang memiliki bentuk seperti balok-balok. Ketika densitas tulang berkurang dan tulang belakang berfungsi sebagai penopang utama berat badan, maka lama-kelamaan akan terjadi penyusutan,” jelas dr Chandra di Jakarta Selatan pada Senin (19/10/2026).
Tulang belakang terdiri dari ruas-ruas tulang yang berfungsi menopang tubuh dan membantu seseorang berdiri tegak. Ketika osteoporosis membuat tulang menjadi rapuh, ruas-ruas tulang belakang dapat mengalami keretakan atau menyusut. Hal ini menyebabkan tinggi ruas tulang belakang berkurang dan postur tubuh pun dapat berubah. Jika beberapa ruas tulang belakang mengalami penyusutan secara bersamaan, tinggi badan seseorang dapat terlihat semakin pendek.
Risiko Osteoporosis dan Osteoarthritis
“Apabila banyak ruas tulang belakang menyusut, maka tinggi badan kita pasti akan berkurang,” tambahnya. Dr Chandra juga menyebutkan bahwa individu yang mengalami osteoporosis memiliki risiko tinggi untuk mengalami osteoarthritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang sering dikenal sebagai pengapuran sendi.
“Orang yang mengalami osteoarthritis biasanya juga mengalami osteoporosis. Hal ini terjadi karena aktivitas mereka berkurang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis,” tutupnya.