🔴 Breaking
IHSG Menguat, Uji Level Resistance di Tengah Penjualan Asing Pelantikan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekjen Kemenkeu Menggantikan Robert Marbun Peringkat Obligasi PT Pos Indonesia Turun Drastis Setelah Gagal Bayar Kupon Prediksi Jokowi Tidak Akan Mengambil Alih Jabatan Kaesang di PSI, Pengamat Sebut Jaga Nama Baik dan Karir Anak Pukat UGM Menolak Usulan Luhut tentang Pembatasan Definisi Korupsi Kekacauan di Ciamis, Pria dengan Gangguan Jiwa Serang Polisi dan Warga, Tewas Dikeroyok Antares: Solusi AI Kecil dari Cisco untuk Mendeteksi Kerentanan Keamanan Kode Menkes Tanggapi Pembatalan Mutasi dr Piprim oleh Mahkamah Agung Strategi Baru Distribusi BBM di Kalimantan Barat akibat Surutnya Sungai Kapuas Penurunan Harga Emas Global ke Titik Terendah dalam Dua Pekan IHSG Menguat, Uji Level Resistance di Tengah Penjualan Asing Pelantikan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekjen Kemenkeu Menggantikan Robert Marbun Peringkat Obligasi PT Pos Indonesia Turun Drastis Setelah Gagal Bayar Kupon Prediksi Jokowi Tidak Akan Mengambil Alih Jabatan Kaesang di PSI, Pengamat Sebut Jaga Nama Baik dan Karir Anak Pukat UGM Menolak Usulan Luhut tentang Pembatasan Definisi Korupsi Kekacauan di Ciamis, Pria dengan Gangguan Jiwa Serang Polisi dan Warga, Tewas Dikeroyok Antares: Solusi AI Kecil dari Cisco untuk Mendeteksi Kerentanan Keamanan Kode Menkes Tanggapi Pembatalan Mutasi dr Piprim oleh Mahkamah Agung Strategi Baru Distribusi BBM di Kalimantan Barat akibat Surutnya Sungai Kapuas Penurunan Harga Emas Global ke Titik Terendah dalam Dua Pekan
Nasional

Kekacauan di Ciamis, Pria dengan Gangguan Jiwa Serang Polisi dan Warga, Tewas Dikeroyok

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa menyerang dua anggota polisi dan seorang warga di Kecamatan Banjaranyar, Ciamis, Jawa Barat, dan akhirnya tewas setelah diamuk oleh warga setempat.

Fehardian Rahaja

Penulis

23 October 2026
6 kali dibaca
Ilustrasi penyerangan. (ANTARA)
Ilustrasi penyerangan. (ANTARA)

Seorang pria berusia 60 tahun bernama Ayat, yang tinggal di Dusun Pagadungan, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis, melakukan serangan terhadap dua anggota kepolisian dan seorang warga pada Selasa sore, 20 Oktober 2026. Insiden ini terjadi setelah Ayat ditegur oleh warga, yang kemudian memicu amukannya.

Kepala Kepolisian Resor Ciamis, AKBP Eko Iskandar, menjelaskan bahwa Ayat merupakan individu dengan gangguan jiwa berdasarkan catatan kesehatan yang ada. "ODGJ dan punya riwayat dan dikuatkan juga oleh puskesmas setempat gitu. Sudah sering katanya melakukan hal itu (menyerang orang)," ungkap Eko saat dihubungi oleh wartawan.

Penyerangan dan Tindakan Polisi

Setelah serangan tersebut, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Banjarsari. Anggota kepolisian yang tiba di lokasi berusaha mengamankan pelaku, namun Ayat melarikan diri ke atap rumah warga dan menolak untuk turun hingga malam hari. "Anggota datang ke sana, pelaku tidak mau turun, dibujuk, minta bantuan damkar, disemprot oleh damkar sehingga dia turun," jelas Eko.

Setelah berhasil diturunkan, Ayat kembali menyerang dengan menggunakan parang ke arah kerumunan warga, yang mengakibatkan seorang anggota polisi dan rekannya terluka. Situasi menjadi tidak terkendali, dan semua korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. "Alhamdulillah kondisinya (korban) stabil, cuma kan memang satu yang memang sudah operasi anggota saya tangannya," tambahnya.

Reaksi Warga dan Akhir Tragedi

Dalam keadaan panik dan ketakutan akibat aksi pelaku, warga berusaha untuk melumpuhkan Ayat. Eko menjelaskan, "Jadi, situasinya tidak terkendali begitu. Dia lihat membacok, membabi buta itu, sehingga masyarakat itu emosi." Akibat tindakan masyarakat tersebut, Ayat mengalami luka parah dan dibawa ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia.

AKBP Eko memastikan bahwa jajarannya telah dikerahkan untuk menjaga keamanan di lokasi kejadian, guna mencegah terulangnya insiden serupa.

Artikel Terkait