🔴 Breaking
IHSG Menguat, Uji Level Resistance di Tengah Penjualan Asing Pelantikan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekjen Kemenkeu Menggantikan Robert Marbun Peringkat Obligasi PT Pos Indonesia Turun Drastis Setelah Gagal Bayar Kupon Prediksi Jokowi Tidak Akan Mengambil Alih Jabatan Kaesang di PSI, Pengamat Sebut Jaga Nama Baik dan Karir Anak Pukat UGM Menolak Usulan Luhut tentang Pembatasan Definisi Korupsi Kekacauan di Ciamis, Pria dengan Gangguan Jiwa Serang Polisi dan Warga, Tewas Dikeroyok Antares: Solusi AI Kecil dari Cisco untuk Mendeteksi Kerentanan Keamanan Kode Menkes Tanggapi Pembatalan Mutasi dr Piprim oleh Mahkamah Agung Strategi Baru Distribusi BBM di Kalimantan Barat akibat Surutnya Sungai Kapuas Penurunan Harga Emas Global ke Titik Terendah dalam Dua Pekan IHSG Menguat, Uji Level Resistance di Tengah Penjualan Asing Pelantikan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekjen Kemenkeu Menggantikan Robert Marbun Peringkat Obligasi PT Pos Indonesia Turun Drastis Setelah Gagal Bayar Kupon Prediksi Jokowi Tidak Akan Mengambil Alih Jabatan Kaesang di PSI, Pengamat Sebut Jaga Nama Baik dan Karir Anak Pukat UGM Menolak Usulan Luhut tentang Pembatasan Definisi Korupsi Kekacauan di Ciamis, Pria dengan Gangguan Jiwa Serang Polisi dan Warga, Tewas Dikeroyok Antares: Solusi AI Kecil dari Cisco untuk Mendeteksi Kerentanan Keamanan Kode Menkes Tanggapi Pembatalan Mutasi dr Piprim oleh Mahkamah Agung Strategi Baru Distribusi BBM di Kalimantan Barat akibat Surutnya Sungai Kapuas Penurunan Harga Emas Global ke Titik Terendah dalam Dua Pekan
Ekonomi

IHSG Menguat, Uji Level Resistance di Tengah Penjualan Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, meskipun terdapat aksi jual besar-besaran oleh investor asing. BNI Sekuritas memprediksi IHSG akan...

Fehardian Rahaja

Penulis

23 October 2026
6 kali dibaca
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

IHSG berhasil ditutup dengan penguatan sebesar 1,12 persen, atau naik 59,5 poin, mencapai level 5.387,9 pada perdagangan yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Meskipun demikian, penguatan ini masih dibayangi oleh aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing, yang tercatat mencapai Rp1,49 triliun di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia.

Dalam rincian transaksi, sebanyak 489 saham mengalami kenaikan, sementara 216 saham mengalami penurunan, dan 258 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp16,15 triliun. Aksi jual oleh investor asing paling banyak terjadi pada saham-saham dengan kapitalisasi besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), serta PT Astra International Tbk (ASII).

Proyeksi Teknikal IHSG untuk Hari Jumat

BNI Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG akan menguji area resistance di kisaran 5.400 hingga 5.450 pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Jika indeks tidak mampu menembus batas tersebut, ada kemungkinan IHSG akan mengalami koreksi teknikal. Sementara itu, area support harian diperkirakan berada pada rentang 5.250 hingga 5.300.

Pengaruh Bursa Global dan Regional

Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari pasar global dan regional. Bursa saham Amerika Serikat, khususnya Wall Street, ditutup dengan pelemahan pada Kamis (22/10), yang disebabkan oleh kekhawatiran investor mengenai tingginya belanja modal di sektor teknologi, terutama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, serta lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 1,21 persen, sedangkan Nasdaq merosot 2,60 persen, meskipun Dow Jones mencatatkan sedikit penguatan sebesar 0,02 persen.

Sejalan dengan itu, mayoritas bursa di kawasan Asia Pasifik juga mengalami penurunan, dengan indeks KOSPI Korea Selatan turun 3,5 persen, Nikkei 225 Jepang merosot 2,65 persen, dan Hang Seng Hong Kong tertekan 3,03 persen. Kenaikan harga minyak global semakin menambah kekhawatiran mengenai potensi inflasi yang berkelanjutan.

Rekomendasi Saham dari Sekuritas

Di tengah ketidakpastian pasar yang tinggi, beberapa sekuritas memberikan rekomendasi perdagangan untuk hari Jumat, 23 Oktober 2026. BNI Sekuritas merekomendasikan saham MEDC, MDKA, PACK, PTRO, INDY, dan HMSP sebagai pilihan perdagangan. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menyarankan untuk membeli saham BBTN pada kisaran Rp945–Rp975 dengan target resistance di Rp1.011 dan Rp1.054, serta stop loss di bawah Rp920. Untuk saham ANTM dan INCO, disarankan untuk membeli guna memanfaatkan tren penguatan yang berlanjut.

Di sisi lain, Ajaib Sekuritas merekomendasikan saham AKRA dengan area beli di Rp1.210 dan target profit di Rp1.245, serta stop loss di Rp1.140. Saham MBMA disarankan untuk dibeli pada harga Rp344 dengan target profit Rp356 dan stop loss di Rp320. Untuk UNVR, area beli ditetapkan di Rp1.375 dengan target profit Rp1.415 dan stop loss di Rp1.320.

Artikel ini disajikan untuk memberikan informasi publik mengenai analisis teknikal dan rincian transaksi di bursa. Semua data dan rekomendasi saham diambil dari sumber resmi dan riset yang terpercaya, dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk melakukan transaksi jual-beli saham.

Artikel Terkait