Letjen TNI Suharyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kini menjadi perhatian publik. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai pengganti Suharyanto di Istana Merdeka, Jakarta. Pergantian ini tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113/P Tahun 2026, menyusul pemecatan Suharyanto setelah adiknya, Bima Setiawan, terlibat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi terkait Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan bencana, di mana Bima Setiawan, yang menjabat sebagai Tenaga Ahli BNPB, telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka. Dalam situasi ini, publik pun mulai tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai profil keuangan Suharyanto.
Kekayaan Suharyanto Berdasarkan LHKPN
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), total kekayaan Letjen Suharyanto tercatat mencapai Rp26,19 miliar, dan menariknya, ia tidak memiliki utang sama sekali. Dengan demikian, semua aset yang dilaporkan berada dalam status bersih, didominasi oleh kepemilikan tanah, bangunan, dan kas tabungan.
Rincian Harta Kekayaan
Komponen terbesar dari kekayaan Suharyanto berasal dari aset properti, termasuk tanah dan bangunan, yang total nilainya mencapai Rp16,7 miliar. Aset-aset tersebut tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur. Berikut adalah rincian kekayaan yang dimiliki:
- Bandung Barat: Tanah dan bangunan seluas 180 m² senilai Rp1.152.112.500.
- Bandung Barat: Tanah dan bangunan seluas 125 m² senilai Rp606.375.000.
- Kota Bandung: Tanah dan bangunan seluas 1.401 m² senilai Rp7.468.539.237, sebagai aset properti termahal.
- Kota Surabaya: Tanah dan bangunan seluas 396 m² senilai Rp5.141.178.000.
- Kota/Kab. Bogor: Tanah dan bangunan seluas 533 m² senilai Rp2.345.200.000.
Dengan total kekayaan yang signifikan dan tanpa utang, Suharyanto menempati posisi yang menarik dalam konteks keuangan publik, terutama di tengah isu yang melibatkan keluarganya.