🔴 Breaking
Ekonomi

Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Menurun, Ekonomi Indonesia Dalam Sorotan

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan, sementara kondisi ekonomi Indonesia dinilai semakin buruk oleh banyak warga.

Fehardian Rahaja

Penulis

18 October 2026
33 kali dibaca
Presiden Prabowo Subianto melakukan pemeriksaan pasukan dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026). (BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto melakukan pemeriksaan pasukan dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026). (BPMI Sekretariat Presiden)

Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan drastis menjadi 44,5% pada bulan Oktober 2026. Dalam survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 50,8% responden menganggap kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan buruk. Meningkatnya harga kebutuhan pokok dan keraguan terhadap program-program unggulan pemerintah menjadi isu utama yang membayangi kepemimpinan Prabowo menjelang akhir masa jabatannya.

Peningkatan Ketidakpuasan Masyarakat

Survei yang berlangsung dari 1 hingga 10 Oktober 2026 menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap Prabowo merosot tajam, dari 81,2% pada November 2025. Sebaliknya, 53,4% responden mengungkapkan ketidakpuasan atau ketidakpuasan yang mendalam terhadap kinerja presiden. Survei ini melibatkan 1.213 responden dengan margin of error sekitar 2,9%.

Masalah Ekonomi yang Menghantui

Isu ekonomi menjadi sorotan utama dalam survei tersebut. Sebanyak 50,8% responden menilai kondisi ekonomi nasional buruk atau sangat buruk, angka ini meningkat drastis dari 22,7% pada November 2025. Selain itu, 43,1% responden merasa bahwa kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Masyarakat paling khawatir mengenai tingginya harga kebutuhan pokok, diikuti oleh isu korupsi dan kemiskinan.

Program-program unggulan pemerintah juga mengalami tantangan dalam mempertahankan dukungan dari publik. Sekitar 62% responden menyatakan ketidakpuasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara 71,4% meragukan keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Artikel Terkait