🔴 Breaking
Ekonomi

Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia Semakin Menguat Melalui Pertemuan Strategis

Indonesia dan Rusia menunjukkan komitmen yang kuat untuk memperkuat kerja sama ekonomi melalui pertemuan antara Menko Airlangga dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Denis Manturov, di Bogor.

Fehardian Rahaja

Penulis

18 October 2026
28 kali dibaca
Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, di Bogor, Jumat (16/10/2026). (Dok. mff/humas ekon)
Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, di Bogor, Jumat (16/10/2026). (Dok. mff/humas ekon)

Indonesia dan Rusia terus memperkuat komitmen mereka dalam meningkatkan kerja sama di berbagai sektor utama dengan langkah-langkah kolaborasi strategis yang telah dipersiapkan selama satu tahun terakhir. Pertemuan ini kembali ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, yang bertemu dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Denis Manturov, di Bogor pada hari Jumat, 16 Oktober 2026. Fokus dari pertemuan ini adalah perluasan kemitraan antara pelaku usaha, peningkatan kapasitas industri nasional, serta penjajakan kolaborasi di sektor perkapalan dan kedirgantaraan.

Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada bulan September 2026, serta hasil dari Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia yang berlangsung di Kazan pada bulan Mei 2026. Menko Airlangga mengungkapkan bahwa sejalan dengan arahan Presiden, penguatan kerja sama ekonomi dan industri antara kedua negara perlu didorong melalui peningkatan kemitraan antarpelaku usaha, perluasan peluang investasi, serta kolaborasi dalam teknologi dan pengembangan kapasitas industri.

Peningkatan Perdagangan dan Investasi

Kedua pihak membahas langkah-langkah untuk memperkuat kerjasama di sektor strategis, terutama dalam industri perkapalan dan penerbangan, guna mendorong peluang kolaborasi industri antara Indonesia dan Rusia. Hubungan perdagangan antara kedua negara menunjukkan perkembangan yang positif, di mana total perdagangan pada tahun 2025 mencapai USD4,84 miliar, meningkat sekitar 21,6% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD3,98 miliar. Komoditas penting dalam perdagangan ini meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.

Menko Airlangga menyambut baik kehadiran delegasi bisnis Rusia di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, yang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan membuka peluang kemitraan komersial baru. Pertemuan bisnis yang berlangsung selama TEI diharapkan dapat mendorong diversifikasi perdagangan serta memperluas kerja sama investasi dan industri. “Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” jelas Menko Airlangga.

Kolaborasi dan Perjanjian Perdagangan

Senada dengan itu, DPM Manturov menekankan pentingnya memperkuat hubungan antarpelaku usaha sebagai faktor utama dalam memperluas kerja sama perdagangan dan ekonomi. Membangun kontak bisnis merupakan kunci dalam memperluas hubungan tersebut. Sebagai tindak lanjut dari partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada bulan Juli lalu, delegasi bisnis Rusia menghadiri TEI 2026 pekan ini. "Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," ungkap DPM Manturov.

Kedua pihak juga membahas perkembangan terkait Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), yang diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur. Proses ratifikasi perjanjian ini sudah mendekati tahap penyelesaian, dan kedua pihak berharap semua prosedur dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2026, sehingga perjanjian dapat segera berlaku efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kedua negara.

Di akhir pertemuan, Menko Airlangga dan DPM Manturov sepakat untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pertanian, teknologi, industri, serta pengembangan rantai pasok. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara. Dalam pertemuan ini juga hadir Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan.

Artikel Terkait