Insiden ledakan yang terjadi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, telah dipastikan disebabkan oleh kebocoran pipa gas elpiji. Lima orang mengalami luka-luka dan sekitar 41 bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan fisik. Tim Jibom telah memastikan bahwa tidak ada bahan peledak yang terlibat dalam kejadian ini.
Penyebab Ledakan Terungkap
Menurut pihak kepolisian, ledakan yang terjadi berasal dari akumulasi gas elpiji yang bocor. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas tidak menemukan jejak bahan peledak di lokasi. Tiga tabung elpiji berukuran 50 kilogram ditemukan dalam keadaan kosong, namun fisiknya masih utuh. Indikasi awal menunjukkan bahwa kebocoran terjadi saat aktivitas memasak di dapur berlangsung. Suasana tenang berubah menjadi panik ketika seorang koki mencium bau gas menyengat sebelum ledakan terjadi. Tekanan udara yang terakumulasi di ruang tertutup menyebabkan kerusakan pada bangunan dalam waktu singkat.
Dampak dan Penanganan Korban
Ledakan tersebut melukai lima orang, yang terdiri dari empat pria dan satu wanita, dan mereka segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Haji. Getaran yang dihasilkan dari ledakan juga merusak sekitar 41 unit bangunan di kompleks ruko, termasuk area perumahan di belakang yang mengalami kerusakan pada kaca jendela. Lima bangunan yang terletak tepat di samping lokasi ledakan mengalami kerusakan parah, sementara bangunan lainnya hanya mengalami kerusakan ringan.
Petugas keamanan telah memasang garis polisi untuk mengamankan area dari potensi bahaya susulan di sekitar reruntuhan. Tim penyidik menunda pemeriksaan terhadap saksi kunci untuk memprioritaskan keselamatan jiwa para korban yang terluka. Analisis teknis dari kepolisian menunjukkan bahwa ledakan ini murni disebabkan oleh penumpukan gas di ruang kedap yang kemudian disambar percikan api dari dapur.
Kepolisian menegaskan bahwa tidak ada bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian. "Dari hasil penyelidikan kami, unsur bahan peledak atau unsur-unsur yang mengandung bom tidak kami temukan. Kejadian ini murni karena tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan," ungkap pihak kepolisian. Peristiwa ini menjadi perhatian penting terkait keselamatan penggunaan instalasi gas, terutama di area komersial, dan penyelidikan mengenai sumber kebocoran pipa elpiji masih terus dilakukan.