Generasi muda saat ini hidup dalam ritme yang sangat cepat, sehingga makanan cepat saji dan minuman manis menjadi pilihan utama karena kemudahan dan kepraktisannya. Selain itu, banyak tren makanan viral di media sosial yang menarik perhatian. Namun, meskipun penting untuk menjaga kadar kolesterol tetap rendah, tidak selalu mudah untuk menentukan makanan yang baik untuk kesehatan jantung. Generasi Z yang sering mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula perlu lebih waspada.
5 Makanan Favorit Gen Z yang Memicu Kolesterol Tinggi
Menurut informasi yang diperoleh dari Everyday Health, terdapat beberapa kategori makanan yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol, seperti yang diungkap oleh American Heart Association, Harvard Health Publishing, dan Journal of Nutrition. Kategori tersebut meliputi:
- Makanan hewani tinggi lemak jenuh
- Makanan dan minuman tinggi gula
- Fast food dan makanan ultra-processed
Berikut adalah daftar makanan favorit Generasi Z yang termasuk dalam kategori tersebut:
1. Pastry dan Donat
Pastry yang dijual di toko umumnya melalui proses pembuatan yang panjang, mengandung banyak gula, serta dibuat dengan mentega tinggi lemak jenuh atau margarin yang mungkin mengandung lemak trans. Pastry yang diproses secara berlebihan dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan, terutama jika digoreng, seperti pada donat. Menurut Taylor, donat mengandung banyak gula dan pati olahan, serta digoreng dalam minyak, sehingga meningkatkan kandungan lemak secara signifikan. Satu donat berlapis gula dapat mengandung 26 gram gula, 306 kalori, dan 13 gram lemak. Kementerian Kesehatan menyarankan agar konsumsi gula harian dibatasi hingga 50 gram atau sekitar 4 sendok makan.
2. Kentang Goreng dan Burger
Menurut Verywell Health, makanan yang digoreng biasanya mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi. Minyak yang digunakan untuk menggoreng sering kali dihidrogenasi, yang dapat menghasilkan lemak trans. Makanan cepat saji di restoran juga mungkin menggunakan minyak yang telah dipakai berkali-kali, sehingga meningkatkan kadar lemak trans. Satu porsi kentang goreng ukuran sedang mengandung 2,7 gram lemak jenuh, sedangkan burger cepat saji dapat mengandung 0,7 gram lemak trans. Dana Hunnes, asisten profesor di UCLA Fielding School of Public Health, menyatakan bahwa semakin sedikit lemak jenuh berbasis hewan yang dikonsumsi, semakin baik untuk kesehatan.
3. Boba dan Susu Gula Aren
Minuman populer ini mengandung susu full cream, krimer, dan gula tambahan. Meskipun tidak mengandung kolesterol, lemak jenuh dan gula yang tinggi dapat meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar HDL dalam darah. Sebuah studi yang diterbitkan pada November 2022 di The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa asupan minuman manis yang tinggi berkaitan dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi. Penelitian tersebut melibatkan data nutrisi dan kesehatan dari lebih dari 29 ribu orang, dan ditemukan bahwa konsumsi lebih dari satu porsi 12 ons per hari berhubungan dengan peningkatan kadar lemak darah yang tidak sehat.
4. Seblak
Seblak, yang berbahan dasar kerupuk goreng, tidak memiliki nilai gizi dan menyerap banyak minyak. Penambahan bahan seperti sosis atau ceker ayam dapat membuat kadar kolesterol meningkat drastis. Dr. Yunita Indah Dewi, seorang spesialis penyakit dalam, menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang tinggi tepung seperti seblak dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk radang pankreas, diabetes tipe 2, dan kolesterol tinggi. Ia menyarankan agar konsumsi makanan ini dikurangi, mungkin menjadi seminggu sekali.
5. Camilan Mozarella dan Serba Keju
Banyak camilan saat ini menggunakan keju sebagai isian atau topping, seperti corndog atau mi instan dengan keju. Keju olahan yang kaya lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat. Menurut Verywell Health, keju mozzarella bebas lemak mengandung kolesterol 18 mg, sedangkan keju cheddar bebas lemak mengandung 5 mg. Ahli diet Alanna Cabrero menjelaskan bahwa satu ons keju dapat memberikan sekitar 5 gram lemak jenuh, tergantung pada jenis kejunya, dan kebanyakan orang tidak hanya mengonsumsi sedikit keju.