Seorang pekerja lajang di Jakarta yang memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp 6,5 juta mengaku tidak dapat menabung meskipun menjalani gaya hidup yang dianggapnya sederhana. Ia tinggal di kos dan tidak menghabiskan uang untuk makan di restoran setiap hari atau sering nongkrong di kafe. Namun, ia merasa gajinya selalu habis pada akhir bulan dan tidak ada sisa untuk ditabung. Dalam situasi ini, ia bertanya apakah masalahnya terletak pada gaya hidup yang terlalu tinggi atau ada faktor lain yang menyebabkan penghasilan tersebut sulit untuk menyisakan uang.
Pekerja tersebut mempertanyakan pos pengeluaran yang perlu diperiksa terlebih dahulu, alokasi ideal untuk kebutuhan pokok, biaya kos, transportasi, makan, hiburan, tabungan, dan dana darurat. Ia juga ingin tahu bagian mana dari pengeluaran yang masih bisa dipangkas tanpa mengorbankan kualitas hidupnya dan langkah konkret apa yang bisa diambil untuk mulai menabung.
Saran untuk Menabung dengan Bijak
Yodie Hardiyan, seorang perencana keuangan, memberikan beberapa langkah yang dapat diikuti untuk membantu individu dalam menabung. Pertama, ia menyarankan agar setelah menerima gaji, segera sisihkan sebagian dari penghasilan untuk ditabung. Idealnya, menyisihkan 50% dari penghasilan adalah hal yang baik, namun jika hanya bisa 5%, itu juga sudah merupakan langkah positif. Menabung bukan hanya tentang jumlah, tetapi lebih kepada membangun kebiasaan dan konsistensi. Uang yang ditabung dapat digunakan untuk keperluan di masa depan, seperti dana darurat yang sebaiknya mencakup 3-6 kali pengeluaran bulanan.
Prioritaskan Kewajiban dan Kebutuhan
Langkah kedua yang disarankan adalah memenuhi kewajiban kepada pihak lain, seperti cicilan. Kewajiban merupakan tanggung jawab yang harus diselesaikan, dan jika tidak ditangani, dapat menjadi beban yang lebih besar di masa depan. Setelah kewajiban terpenuhi, langkah ketiga adalah menggunakan gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, transportasi, komunikasi, dan sewa tempat tinggal. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, barulah bisa memenuhi keinginan, seperti nongkrong di kafe atau modifikasi kendaraan. Prinsip utamanya adalah memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan agar ada ruang untuk menabung. Contoh yang sederhana adalah lebih mengutamakan membeli beras daripada rokok.
Semoga saran ini bermanfaat bagi yang mengalami kesulitan serupa.