🔴 Breaking
Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar
Nasional

Pramono Anung Tegaskan Penegakan Hukum Usai Insiden Kekerasan di Kebayoran Baru

Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan mentolerir tindakan premanisme setelah insiden bentrokan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang melibatkan petugas Satpol PP...

Fehardian Rahaja

Penulis

12 October 2026
17 kali dibaca
Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)

Pramono Anung menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta menolak segala bentuk tindakan premanisme yang terjadi dalam insiden bentrokan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kericuhan ini berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, ketika para pekerja proyek tidak terima sepeda motor mereka dikenakan Operasi Cabut Pentil. Akibat dari insiden tersebut, seorang petugas Satpol PP mengalami luka akibat pukulan helm dan harus mendapatkan enam jahitan.

Pramono Anung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aksi premanisme. Pernyataan ini disampaikan setelah terjadinya insiden kekerasan antara petugas Satpol PP dan pekerja proyek. "Terhadap tindakan ini, tadi malam pun saya bilang bahwa kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Mereka (Satpol PP) sedang menjalankan tugas. Saya minta untuk ditegakkan aturan main," ungkap Pramono saat memberikan keterangan pers di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pemicunya Kericuhan

Kericuhan bermula ketika petugas gabungan selesai melakukan penertiban parkir liar di kawasan Kolam Renang Bulungan. Kepala Satpol PP Kebayoran Baru, Diki Zulkarnain, menjelaskan bahwa para pekerja merasa marah karena sepeda motor mereka terkena Operasi Cabut Pentil oleh petugas Dinas Perhubungan. "Mereka tidak terima kendaraannya dilakukan OCP, karena menganggap lokasi tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan oleh pihak PT," jelas Diki dalam keterangan resmi terpisah.

Diki juga menambahkan bahwa gesekan fisik tidak dapat dihindari, yang berujung pada pemukulan menggunakan helm terhadap seorang anggota Satpol PP. Korban mengalami luka dan harus mendapatkan enam jahitan di puskesmas. "Dalam kejadian, terdapat petugas yang mengalami luka saat berupaya melindungi anggota lainnya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa," tambah Diki.

Proses Hukum Tetap Ditegakkan

Meskipun pihak manajemen proyek telah meminta maaf dan berharap penyelesaian secara kekeluargaan, Pramono Anung tetap bersikukuh agar proses hukum dilanjutkan. "Saya menyampaikan bahwa ini petugas yang sedang bekerja, dan mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang ataupun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub, sehingga tidak ada kaitannya dengan itu," jelas mantan Sekretaris Kabinet tersebut.

Pramono menegaskan bahwa tindakan pemukulan dan intimidasi terhadap aparat yang sedang bertugas di lapangan harus dipertanggungjawabkan secara hukum. "Dengan kedatangan manajemen proyek dari PT, saya menyampaikan kepada Pak Kepala Dinas Satpol PP untuk didengarkan terlebih dahulu apa yang terjadi. Tetapi sampai sekarang, karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi, saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan," tegas Pramono.

Artikel Terkait