Asosiasi Pertekstilan memberikan peringatan mengenai risiko kolaps yang mengancam sektor industri padat karya di Indonesia. Ancaman ini muncul akibat berbagai faktor, termasuk tekanan geopolitik yang terus berlanjut, masuknya bahan baku impor secara masif, serta rencana pemerintah untuk membatasi praktik outsourcing.
Penyebab Utama Ancaman Kolaps
Tekanan geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia telah berdampak pada stabilitas industri tekstil di dalam negeri. Selain itu, gempuran bahan baku impor yang lebih murah membuat produk lokal sulit bersaing. Rencana pemerintah untuk membatasi outsourcing juga menambah tantangan bagi pelaku industri, yang selama ini bergantung pada sistem tersebut untuk mengurangi biaya produksi.
Dampak Terhadap Pekerja dan Ekonomi
Jika sektor tekstil mengalami kolaps, dampaknya akan sangat besar, terutama bagi para pekerja yang bergantung pada industri ini. Banyak tenaga kerja yang terancam kehilangan pekerjaan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi perekonomian lokal dan nasional. Asosiasi Pertekstilan menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk melindungi sektor ini agar tetap berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar global.