🔴 Breaking
DoorDash Akuisisi Instacart dengan Nilai Transaksi Rp 308 Triliun Koperasi Merah Putih Siap Jadi Klinik Pratama dengan Layanan BPJS UT Surakarta Tingkatkan Kerja Sama Layanan Melalui Rakorda Salut 2026 Penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Kembali Normal Setelah Terhenti Akibat Asap Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Super Kaya Peningkatan Peredaran Rokok Ilegal Capai 13,9 Persen, Negara Berpotensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun Harga Cabai Rawit Merah Turun Signifikan, Kini Tersedia di Rp83.550 per Kg Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulawesi Selatan untuk Keluarga Prasejahtera DPR Mendesak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Korporasi Pelaku Karhutla Berulang Denny Indrayana Siapkan Tiga Strategi Hukum Usai Cabut Gugatan di PTUN DoorDash Akuisisi Instacart dengan Nilai Transaksi Rp 308 Triliun Koperasi Merah Putih Siap Jadi Klinik Pratama dengan Layanan BPJS UT Surakarta Tingkatkan Kerja Sama Layanan Melalui Rakorda Salut 2026 Penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Kembali Normal Setelah Terhenti Akibat Asap Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Super Kaya Peningkatan Peredaran Rokok Ilegal Capai 13,9 Persen, Negara Berpotensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun Harga Cabai Rawit Merah Turun Signifikan, Kini Tersedia di Rp83.550 per Kg Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulawesi Selatan untuk Keluarga Prasejahtera DPR Mendesak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Korporasi Pelaku Karhutla Berulang Denny Indrayana Siapkan Tiga Strategi Hukum Usai Cabut Gugatan di PTUN
Pendidikan

UIN Saizu Gelar FGD untuk Validasi Riset Pendidikan Dasar Indonesia-Rusia

UIN Saizu mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas riset pendidikan dasar antara Indonesia dan Rusia, bertajuk "Contextual Science Teaching in Indonesian and Russian Elementary Schools".

Sekar Wangi

Penulis

29 October 2026
16 kali dibaca
Espos Plus
Espos Plus

Universitas Islam Negeri (UIN) Saizu baru-baru ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk memvalidasi hasil penelitian mengenai pendidikan dasar antara Indonesia dan Rusia. Acara ini berlangsung di National State Pedagogical University (NSPU) dan mengangkat tema “Contextual Science Teaching in Indonesian and Russian Elementary Schools”.

FGD ini membahas penelitian yang berjudul “Contextual Science Learning in Elementary Education: A Cross-Cultural Study of Religious Values and Institutional Instructional Management in Indonesia and Russia”. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai religius dan manajemen pengajaran di kedua negara, serta bagaimana konteks lokal mempengaruhi proses pembelajaran sains di sekolah dasar.

Melalui diskusi ini, diharapkan para peserta dapat berbagi pandangan dan pengalaman yang berharga dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih kontekstual dan relevan, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar di Indonesia dan Rusia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai akademisi dan praktisi pendidikan yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan di kedua negara. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar.

Artikel Terkait