Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menginformasikan bahwa total investasi kumulatif di kawasan ekonomi khusus (KEK) telah mencapai Rp 382,1 triliun sejak kawasan tersebut dibentuk, yang juga menyerap 302 ribu tenaga kerja. Pengembangan KEK menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Selama periode Januari hingga September 2026, KEK berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp 46 triliun dan menambah penyerapan tenaga kerja sebanyak 53 ribu orang. Secara keseluruhan, realisasi investasi nasional dalam periode yang sama tercatat mencapai Rp 1.539,2 triliun dengan penyerapan 2,1 juta tenaga kerja.
Strategi Pengembangan KEK
Airlangga menyatakan, "Kawasan ekonomi adalah instrumen strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8%," saat memberikan keterangan dalam Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan III 2026 di Gedung A.A. Maramis, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 25 KEK yang terdiri dari tujuh kawasan di Jawa dan 18 kawasan di luar Jawa, mencakup 13 KEK industri, enam pariwisata, dua kesehatan, satu digital, dua teknologi, dan satu jasa lainnya.
Pemerintah juga berupaya mengembangkan KEK di sektor kesehatan untuk mengurangi potensi pengeluaran devisa akibat masyarakat yang berobat ke luar negeri. Diperkirakan, sekitar 2 juta warga Indonesia melakukan pengobatan di luar negeri dengan biaya mencapai Rp 200 triliun. KEK kesehatan sedang dikembangkan di Sanur dan Batam, dengan dukungan regulasi untuk praktik tenaga kesehatan serta penelitian stem cell.
Target Sektor Pariwisata dan Industri
Dalam sektor pariwisata, pemerintah menargetkan kedatangan antara 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2026, dengan potensi devisa sekitar US$ 24 miliar. Airlangga mendorong peningkatan promosi, pengembangan sumber daya manusia, penyusunan kalender kegiatan, dan peningkatan konektivitas transportasi untuk mengoptimalkan KEK pariwisata. "Harapannya nanti dari Kementerian Pariwisata mengintegrasikan promosi KEK di tingkat nasional maupun internasional, penguatan SDM pariwisata, dan penyusunan calendar of event," kata Airlangga.
Pemerintah juga berupaya mempercepat perizinan dan memperluas KEK industri, termasuk di Kendal dan Gresik. Menurut Airlangga, KEK Kendal memiliki potensi investasi sebesar Rp 370 triliun dan dapat menyerap 250 ribu tenaga kerja, sementara KEK Gresik berpotensi menarik investasi Rp 264 triliun dengan penyerapan 200 ribu tenaga kerja.
Untuk sektor digital dan teknologi, pemerintah mendorong pengembangan KEK Nongsa di Batam, terutama dalam pembangunan pusat data dan perluasan investasi. Selain itu, industri kreatif juga sedang dikembangkan di KEK Singhasari dan Nongsa, termasuk bidang produksi film dan animasi.
Airlangga menekankan bahwa pengembangan KEK harus didukung oleh pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga menyambut rencana pembentukan aliansi badan usaha pengelola KEK untuk mengatasi berbagai hambatan dalam investasi. Ia menjelaskan bahwa rasio incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia berada di sekitar 6, sedangkan rata-rata ICOR di KEK berada di bawah 4. "Jadi inilah salah satu yang harus terus didorong kalau kita melakukan investasi dengan ICOR 4, pertumbuhan 8% itu bisa kita capai," ujar Airlangga.