Kualitas udara di Singapura mengalami peningkatan pada hari Senin, 26 Oktober 2026. Indeks Standar Polutan (PSI) selama 24 jam tercatat dalam kategori baik hingga sedang sepanjang malam. Pada pukul 11.00 waktu setempat, nilai PSI berada di kisaran 67 hingga 74, dengan angka tertinggi tercatat di bagian barat dan timur negara tersebut.
Sementara itu, konsentrasi PM2.5 per jam juga menunjukkan angka yang normal, berkisar antara 14 hingga 37, dengan nilai tertinggi berada di wilayah utara. Pada malam sebelumnya, Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) telah memperkirakan bahwa PSI 24 jam pada hari Senin akan berada di antara 70 hingga 100, yang termasuk dalam kategori baik hingga sedang.
Hujan dan Arah Angin Membantu Perbaikan Kualitas Udara
NEA melaporkan bahwa hujan sempat mengguyur beberapa daerah di Singapura pada Minggu malam. Meskipun kabut asap dari Kalimantan terpantau, asap tersebut tidak bergerak menuju Singapura. Hujan yang diperkirakan akan turun di Singapura dan sekitarnya pada hari Senin, bersama dengan arah angin, diharapkan dapat mengurangi kemungkinan kabut asap mempengaruhi kualitas udara di negara tersebut.
NEA juga menyampaikan bahwa pada hari Selasa dan Rabu, arah angin diprediksi masih akan bertiup dari barat daya atau barat. Hujan yang diperkirakan turun di wilayah tersebut diharapkan akan semakin membantu dalam memperbaiki kondisi kabut asap.
Rekomendasi untuk Aktivitas di Luar Ruangan
NEA mengimbau masyarakat untuk memantau prakiraan PSI 24 jam saat merencanakan aktivitas di luar ruangan. Masyarakat disarankan untuk memeriksa pembacaan PM2.5 terbaru sebelum melakukan kegiatan di luar. Berdasarkan prakiraan PSI 24 jam untuk hari Senin, masyarakat dapat melanjutkan aktivitas di luar ruangan seperti biasa.
Namun, jika konsentrasi PM2.5 per jam meningkat, orang-orang yang sehat disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan selama satu jam ke depan. Kelompok yang rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis pada jantung atau paru-paru, dianjurkan untuk menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan selama periode tersebut.