🔴 Breaking
Kesehatan

Waspadai Gejala Stroke yang Sementara, Bisa Menjadi Tanda Bahaya

Gejala stroke yang muncul dan menghilang dengan cepat sering kali diabaikan, padahal bisa menjadi indikasi adanya risiko stroke yang lebih serius. Penting untuk mengenali dan segera menanggapi gejala...

Maya Soraya Larasati

Penulis

31 October 2026
10 kali dibaca
Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/Doucefleur)
Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/Doucefleur)

Jakarta - Gejala stroke seperti kesulitan berbicara, penglihatan yang kabur, atau kelemahan pada satu sisi tubuh dapat muncul secara tiba-tiba. Namun, ketika gejala tersebut menghilang dan kondisi tubuh kembali normal dalam waktu singkat, banyak orang yang merasa tidak perlu mencari pertolongan medis. Para ahli saraf memperingatkan bahwa hilangnya gejala bukan berarti bahaya telah berlalu. Gejala tersebut dapat menjadi tanda dari transient ischemic attack (TIA), yang dikenal juga sebagai mini stroke atau stroke ringan.

TIA terjadi ketika aliran darah ke bagian tertentu dari otak terhambat untuk sementara. Meskipun gejalanya dapat lenyap dalam beberapa menit, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menjadi sinyal adanya risiko stroke yang lebih serius.

Pentingnya Tindakan Segera

"Pemulihan total kemampuan berbicara, penglihatan, atau kekuatan bukan berarti bahaya telah berlalu," ungkap dr. Sahil Kohli, Wakil Direktur Neurologi di FMRI, Gurugram. Ia menekankan bahwa risiko ini menjadi perhatian serius dalam 48 jam pertama setelah terjadinya TIA.

Kesalahan terbesar adalah merasa aman setelah mengalami gejala stroke ringan. Dr. Aparna Gupta, Direktur Neurologi di ISIC Multispeciality Hospital, menegaskan pentingnya tindakan cepat. "Kekhawatiran paling serius adalah bahwa TIA mungkin merupakan tanda pertama stroke," ujarnya. Ia menambahkan, "Penting untuk segera mendapat pemeriksaan medis, bahkan jika seseorang merasa baik-baik saja setelah beberapa menit." Oleh karena itu, jangan menunggu hingga gejala muncul kembali atau menunda pemeriksaan hingga keesokan harinya. Segera hubungi ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis.

CDC juga mengklasifikasikan TIA sebagai keadaan darurat medis. Pemeriksaan medis dapat membantu dokter dalam mengidentifikasi penyebab dan mengurangi risiko terjadinya stroke di masa mendatang.

Kenali Gejala Stroke

Gejala stroke dapat muncul tiba-tiba dan memengaruhi berbagai bagian tubuh. Untuk mengenali gejalanya, gunakan metode BE-FAST:

  • B (Balance): Gangguan keseimbangan, pusing mendadak, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan berjalan.
  • E (Eyes): Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba atau perubahan pada kemampuan melihat.
  • F (Face): Salah satu sisi wajah tampak terkulai.
  • A (Arms): Kelemahan atau mati rasa mendadak pada lengan atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
  • S (Speech): Kesulitan berbicara atau memahami perkataan orang lain.
  • T (Time): Segera cari pertolongan medis darurat.

Dengan mengenali gejala-gejala ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah risiko stroke yang lebih serius.

Artikel Terkait