Jakarta - Kontroversi mengenai pemanis Stevia semakin ramai diperbincangkan setelah adanya tuduhan bahwa kandungan dalam produk tersebut tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan. Produk yang diklaim sebagai pemanis tanpa kalori ini diduga mengandung kalori serta pemanis buatan yang tidak dicantumkan dalam daftar komposisinya.
Dalam situasi ini, dr. Igus Ulfa Yaze, seorang spesialis gizi klinik, menjelaskan bahwa Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari daun tanaman Stevia. Pemanis ini memiliki kandungan kalori yang sangat rendah, bahkan bisa mencapai nol kalori. Ia menekankan bahwa pemanis alami tidak selalu berarti bebas kalori, karena ada pemanis alami yang mengandung kalori dan ada juga yang tidak, seperti Stevia.
Karakteristik Pemanis
“Yang Stevia itu low calorie, bahkan bisa sampai 0 (nol) kalori. Kalau pemanis seperti gula pasir, sukrosa, misalnya dari madu, itu kan dia berkalori. Bahkan 1 gramnya itu bisa sampai mengandung 4 kilokalori,” jelas dr. Yaze dalam tayangan detikSore, Jumat (30/10/2026).
Menurut dr. Yaze, gula yang mengandung kalori dapat memberikan energi bagi tubuh serta meningkatkan kadar insulin dan gula darah. Di sisi lain, Stevia memiliki karakteristik yang berbeda karena tubuh manusia tidak dapat memecah atau memetabolisme glikosida yang terdapat di dalamnya.
Efek Stevia pada Tubuh
“Jadi akhirnya semua dari dia (Stevia) masuk sampai dia keluar bentukannya sama,” tuturnya. Hal ini menyebabkan Stevia tidak memberikan energi bagi tubuh sehingga dapat mencapai nol kalori. Konsumsi Stevia juga tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah seperti yang terjadi pada konsumsi gula biasa.
Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami perbedaan antara Stevia dan gula pasir, serta dampaknya terhadap kesehatan.